Penyekapan Dua Pengusaha Biji Plastik, Polisi: Pelaku Teman SMA Korban

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penyekapan. nyccriminallawyer.com

    Ilustrasi penyekapan. nyccriminallawyer.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga pelaku penyekapan disertai penganiayaan terhadap dua pengusaha biji plastik bernama Makmur dan Ashari merupakan teman dekat kedua korban. Petugas Urusan Administrasi Operasional Unit Reskrim Polsek Duren Sawit Ipda Tatan menjelaskan ketiga pelaku itu berinvestasi di usaha pengolahan biji plastik yang dimiliki korban. 

    "Ini investor sebagian teman SMA korban," kata Tatan saat dihubungi Tempo, Selasa, 21 September 2021. 

    Nilai investasi yang diberikan ketiga pelaku kepada korban mencapai ratusan juta rupiah. Uang tersebut sudah diberikan sejak 2019. Namun hingga awal tahun 2021, korban tidak kunjung mengembalikan uang investasi tersebut dan sempat tidak bisa dihubungi para pelaku. 

    "Jadi usaha biji plastik ini mandek karena pandemi Covid-19," ujar Tatan. 

    Para investor yang tak terima uangnya raib, menjemput Makmur dan Ashari dari rumahnya dan berniat membawa mereka ke kantor polisi pada Ahad kemarin. Namun di tengah perjalanan, ketiga pelaku berubah pikiran dan membawa kedua korban ke rumah seorang pelaku di Jalan Mawar Merah, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.

    Di sana mereka berdua dipaksa mengembalikan uang investasi dan diminta membuat surat perjanjian. Selama proses itu berlangsung, Makmur dan Ashari mendapatkan penganiayaan dari ketiga pelaku. 

    "Wajah mereka dipukuli pakai sandal, bahkan dipukul juga di bagian kepala," kata Tatan. 

    Penganiayaan itu berlangsung hingga Senin malam kemarin. Kedua korban berhasil keluar dari rumah tersebut setelah Tim Rajawali Polres Metro Jakarta Timur menjemputnya.

    Polisi mendatangi rumah itu setelah keluarga pengusaha biji plastik melaporkan Makmur dan Ashari tak kunjung pulang setelah dijemput paksa oleh para pelaku. 

    Tatan mengatakan, para korban dan pelaku sempat dibawa ke Polsek Duren Sawit untuk diperiksa. Namun kedua korban menolak membuat laporan polisi.

    Mereka meminta kasus penyekapan disertai penganiayaan ini diselesaikan secara kekeluargaan dan korban sepakat mengembalikan dana investasi para pelaku. "Korban menolak laporan, sehingga kasus tidak dilanjutkan," kata Tatan. 

    Baca juga: 2 Terduga Pelaku Penyekapan Pengusaha di Depok Ditangkap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.