Wagub DKI Bantah Tugu Sepatu Produk Iklan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di dekat instalasi karya seni kreasi pelaku ekonomi kreatif yang menjadi sasaran vandalisma di kawasan Stasiun BNI City, Jakarta, Ahad, 19 September 2021. Pemprov DKI kesulitan mengawasi aksi vandalisme pada instalasi dan fasilitas umum karena terbatasnya tenaga pengawas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga melintas di dekat instalasi karya seni kreasi pelaku ekonomi kreatif yang menjadi sasaran vandalisma di kawasan Stasiun BNI City, Jakarta, Ahad, 19 September 2021. Pemprov DKI kesulitan mengawasi aksi vandalisme pada instalasi dan fasilitas umum karena terbatasnya tenaga pengawas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah berdirinya tugu sepatu sebagai produk iklan. Menurut dia, tugu sepatu adalah salah satu wadah penyaluran kreativitas.

    "Semua dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kreativitas kepada semuanya," kata Wagub DKI di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa malam, 21 September 2021.

    Sebelumnya, beredar sebuah foto dengan judul 'Anies Bohong'. Dalam foto itu tertera tiga penampakan tugu sepatu di Jakarta. Ada juga tulisan yang menuding tugu sepatu itu adalah iklan.

    "Kenapa tidak jujur bilang ini iklan sepatu? Kemana uang bayaran iklan dari perusahaan sepatu?" demikian sepenggal tulisan foto itu.

    Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI bekerja sama dengan salah satu produk sepatu lokal merk Compass dalam mendirikan tugu tersebut. Semula tugu sepatu terpasang di tiga titik, yakni Stasiun BNI City Taman Dukuh Atas, Lapangan Banteng, dan Alun-alun Velodrome.

    Namun instalasi sepatu raksasa itu malah mengalami vandalisme. Riza Patria mengatakan, tugu itu sementara dicopot untuk dibersihkan dari bekas-bekas vandalisme.

    Riza menyebut tugu sepatu merupakan contoh kolaborasi untuk membuat sebuah ikon. "Produk yang menarik menjadi ikon kebanggaan kita," ujar dia.

    Baca juga: Tugu Sepatu di Sudirman Menghilang, Wagub DKI: Dicabut, Dibersihkan Dulu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.