Luhut Buka Peluang Mediasi dengan Haris Azhar dan Fatia

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada akhir Juni lalu, Presiden Joko Widodo menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Kordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali, yang selanjutnya menjadi PPKM Jawa-Bali. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra

    Pada akhir Juni lalu, Presiden Joko Widodo menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Kordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali, yang selanjutnya menjadi PPKM Jawa-Bali. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Luhut Binsar Pandjaitan, Juniver Girsang mengatakan kliennya masih mungkin membuka pintu mediasi untuk Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulida.

    "Bang Luhut ini hatinya baik," kata Juniver kepada Tempo, Rabu, 22 September 2021. "Kalau ada niat baik dan keseriusan dari Haris maupun Fatia, tidak menutup kemungkinan bisa ke arah situ." 

    Luhut melaporkan Haris Azhar dan Fatia ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Keduanya disangka telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik, pemberitaan bohong, dan atau menyebarkan fitnah. Dugaan tindak pidana disebut terdapat dalam video berjudul Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!! di akun Youtube Haris Azhar.

    Dalam laporannya, Luhut mencantumkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE. Sebelumnya, Kapolri telah meminta penyidik memprioritaskan langkah damai dalam menyelesaikan kasus Undang-Undang ITE. Permintaan itu tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/2/11/2021 tentang restorative justice.

    Juniver mengatakan laporan terhadap Haris dan Fatia ini juga bukan bentuk pembungkaman terhadap aktivis. Menurut dia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu sangat terbuka terhadap kritik.

    "Berkali-kali dia dikatakan kepada saya, saya (Luhut) ini responsif terhadap kritik, sepanjang kritik itu membangun. Tetapi itu kritik itu destruktif, tujuannya mendiskreditkan," kata Juniver.

    Sebelumnya dalam video di Youtube pribadinya, Haris wawancarai Fatia Maulida. Haris membahas hasil riset sejumlah organisasi, seperti KontraS, Walhi, Jatam, YLBHI, Pusaka tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI AD di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi daerah Blok Wabu di Intan Jaya, Papua.

    Fatia menyebutkan bahwa ada sejumlah perusahaan yang bermain tambang di kawasan tersebut. Salah satunya PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group yang sahamnya dimiliki Luhut. Pembahasan ini kemudian berujung pada somasi dari Luhut. Selanjutnya, Luhut melaporkan Haris dan Fatia ke Polda Metro Jaya.

    Baca juga: Terkini: Luhut Binsar Pandjaitan Laporkan Haris Azhar ke Polda Metro Jaya

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.