Komisi A DPRD DKI Dukung Anies Baswedan Soal Larangan Merokok

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas karyawan melayani proses pembayaran belanja di depan display rokok  yang tertutup kain putih di salah satu minimarket di Jakarta, Selasa 14 September 2021. Penutupan display rokok tersebut dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berdasarkan Seruan Gubernur DKI Jakarta nomor 8 tahun 2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok. TEMPO/Daniel Christian D.E

    Aktivitas karyawan melayani proses pembayaran belanja di depan display rokok yang tertutup kain putih di salah satu minimarket di Jakarta, Selasa 14 September 2021. Penutupan display rokok tersebut dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berdasarkan Seruan Gubernur DKI Jakarta nomor 8 tahun 2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok. TEMPO/Daniel Christian D.E

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi A DPRD DKI mendukung seruan Gubernur Anies Baswedan soal pengendalian kebiasaan merokok di ruang publik. Seruan tersebut diharapkan bisa menyadarkan masyarakat mengenai bahaya merokok.

    Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Nasrullah mengatakan, rokok dan zat adiktif serupa, selain memiliki efek negatif bagi kesehatan, asap rokok juga berpengaruh terhadap kualitas udara Kota Jakarta saat ini.

    "Memang harus demikian agar dijalankan Sergub itu, supaya ruang tertutup dan ruang publik bisa diatur," kata dia.

    KomisiA juga meminta Satpol PP di seluruh wilayah Jakarta tetap optimal dalam menjalankan tugas pengawasan di lapangan. Terutama untuk pengendalian aktivitas merokok di tengah masyarakat."Minimal mengingatkan supaya Jakarta ini bisa bebas asap rokok. Pengawasan harus lebih optimal lagi," ujar Nasrullah.

    Dalam seruan yang dikeluarkan Anies Baswedan tersebut, ada tiga poin yang utama.

    Pertama adalah memasang tanda larangan merokok pada setiap pintu masuk dan lokasi yang mudah diketahui oleh setiap orang di area gedung serta memastikan tidak ada yang merokok di kawasan dilarang merokok.

    Kedua adalah tidak menyediakan asbak dan tempat pembuangan puntung rokok lainnya pada kawasan dilarang merokok.Tidak memasang reklame rokok atau zat adiktif baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Termasuk memajang kemasan/bungkus rokok atau zat adiktif di tempat penjualan.

    Selain itu, Gubernur Anies Baswedan juga meminta seluruh masyarakat berkontribusi dan berpartisipasi agar kawasan larangan merokok tetap steril dari asap rokok.Termasuk mendukung implementasi Jakarta Bebas Rokok.

    Baca juga: Seruan Larangan Merokok Anies Diminta Peritel Dicabut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.