Kubu Luhut Buka Peluang Berdamai dengan Haris, Begini Syaratnya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Haris Azhar dan Luhut Binsar Panjaitan. ANTARA

    Haris Azhar dan Luhut Binsar Panjaitan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Juniver Girsang menjelaskan kliennya sudah siap menjalani pemeriksaan sebagai perlapor atas kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terlapor Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulida. Jeniver mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan jadwal yang pas agar Luhut bisa hadir. 

    "Surat panggilan sudah ada di kami, tinggal tentukan waktu aja karena kami akan kumpulkan data-data yang dibutuhkan dalam panggilan itu. Bisa (diperiksa) Senin atau Selasa," ujar Jeniver saat dihubungi, Ahad, 26 September 2021.

    Juniver menerangkan, selain akan memberikan keterangan soal duduk perkara itu, Luhut juga bakal menyerahkan bukti untuk menepis tudingan yang disampaikan terlapor. Namun, Juniver tak menjelaskan detail bukti yang dimaksud. 

    "Iya kami sudah siap diperiksa. Soal tudingan kebohongannya di mana kami sudah siap (tunjukan)," kata Juniver. 

    Meski begitu, Juniver mengatakan Luhut masih membuka pintu mediasi dengan Haris dan Fatia. Asalkan, kata Juniver, kedua terlapor harus tulus menyampaikan permintaan maaf dan tidak menggulangi perbuatan di kemudian hari. 

    Sebelumnya, Luhut melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulida ke Polda Metro Jaya atas tudingan fitnah dan pencemaran nama baik. Laporan itu diterima penyidik dengan nomor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 September 2021.

    "Sudah dua kali (somasi), dia tidak mau minta maaf. Sekarang kami ambil jalur hukum dan saya pidanakan dan perdatakan," kata Luhut di Polda Metro Jaya kemarin.  

    Luhut menyebut Haris Azhar dan Fatia Maulida telah mencemarkan nama baiknya, bahkan memberikan dampak buruk kepada nama baik keluarganya. Selain melaporkan tindak pidana, Luhut juga mengajukan gugatan perdata kepada keduanya sebesar Rp 100 miliar. 

    Laporan dibuat setelah Luhut merasa tak puas atas jawaban Haris dan Fadia dalam dua kali somasi. Dugaan tindak pidana disebut terdapat dalam video berjudul Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!! di akun Youtube Haris Azhar.

    Dalam video wawancara bersama koordinator KontraS Fatia Maulida, Haris membahas hasil riset sejumlah organisasi, seperti KontraS, Walhi, Jatam, YLBHI, Pusaka tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI AD di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi daerah Blok Wabu di Intan Jaya, Papua.

    Fatia menyebutkan bahwa ada sejumlah perusahaan yang bermain tambang di kawasan tersebut. Salah satunya PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group yang sahamnya dimiliki Luhut.

    Haris Azhar mengatakan data-data soal Luhut perihal dugaan tambang di Papua, bukan hal baru. "Laporannya sudah dipublikasi di website Jatam, KontraS, Walhi, dan lain-lain. Laporan mereka ada sumber datanya," kata Haris saat dihubungi Tempo, Ahad, 29 Agustus 2021.

    M JULNIS FIRMANSYAH 

    Baca juga: Polda Metro Jaya Akan Panggil Luhut Soal Laporan ke Haris Azhar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.