Pemkab Tangerang: Kerusuhan di Legok Dipicu Masalah Truk Tanah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kerusuhan. AFP PHOTO / ANDREAS SOLARO

    Ilustrasi kerusuhan. AFP PHOTO / ANDREAS SOLARO

    TEMPO.CO, Tangerang- Kerusuhan pecah di pertigaan Legok, Kabupaten Tangerang, Sabtu malam, 25 September 2021 pukul 19.30 sampai pukul 22.00. Rekaman video kerusuhan itu viral di media sosial. 

    Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Agus Suryana membenarkan adanya kerusuhan. "Aksi ini berkaitan dengan protes warga kepada truk tanah yang melintas," ujarnya kepada TEMPO, Ahad, 26 September 2021.

    Video dengan gambar kerusuhan itu memperlihatkan orang merusak truk dan membakar ban di tengah jalan. Agus mengatakan massa menggelar demonstrasi dengan membakar ban di tengah jalan, di pertigaan LG di Jalan Raya Legok. 

    Awalnya, kata Agus, demonstrasi berjalan kondusif. Namun, ketika ada truk tanah yang melintas para demonstran melempari truk dengan batu serta memukuli truk pengangkut tanah dengan kayu dan besi. "Ada tiga truk tanah yang dilaporkan rusak." 

    Sopir truk tanah kabur menyelamatkan diri dari massa. "Ada yang memprovokasi massa untuk menggeruduk pos Dinas Perhubungan yang tak jauh dari lokasi demo." Mereka mencoret coret bangunan pos.

    "Lima petugas kami langsung keluar ketika massa merangsek." Namun tindakan anarkis massa dapat dicegah warga sekitar sehingga pos Dinas Perhubungan tidak dirusak.

    Polisi, kata Agus, tiba di lokasi mencoba meredam situasi. Situasi mereda dan dapat dikendalikan sekitar pukul 22.00.

    Kapolsek Legok Ajun Komisaris Budi Harjono tidak merespon ketika dikonfirmasi. Begitu juga dengan Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Iman Imannudin. Pesan dan telepon tidak dijawab.

    Baca: Polisi Akhirnya Tetapkan 131 Tersangka Kerusuhan 3 Demo Omnibus Law


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.