Viral Polisi Tidur di Pulomas Diprotes Pesepeda, Lurah: Cegah Balap Liar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi tidur. Shutterstock

    Polisi tidur. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi tidur atau speed bump di Jalan Raya Pulomas, Jakarta Timur, diprotes rombongan pesepeda karena dianggap membahayakan pengguna jalan. Video protes pesepeda itu viral di media sosial.

    Lurah Kayu Putih Tuti Sugihastuti mengatakan polisi tidur itu dibangun oleh warga setempat. Tujuannya, untuk mencegah balap liar dan jambret di Jalan Raya Pulomas itu.

    "Sudah ada satu orang yang meninggal, dia pelaku balap liar," kata Tuti saat dikonfirnasi, Senin, 27 September 2021.

    Tuti mengatakan pembuatan polisi tidur itu sudah diajukan ke dalam musyawarah perencanaan pembangunan atau Musrembang. Namun tak kunjung terealisasi. Akhirnya, warga setempat berinisiatif membuat sendiri alat pembatas kecepatan tersebut.

    "Murni masyarakat, tanpa koordinasi dengan kita," ujar dia.

    Tuti mengatakan speed bump yang tidak sesuai aturan itu dibangun pada Jumat pekan lalu. Polisi tidur itu lantas dibongkar oleh Dinas Bina Marga pada Ahad kemarin setelah diprotes oleh pesepeda. Kini, kata dia, speed bump dibangun kembali dengan ketentuan yang berlaku.

    "Dibuatkan langsung dari Dinas Perhubungan," kata dia.

    Menurut Tuti, polisi tidur yang dibangun warga awalnya memiliki ketinggian 4 sentimeter. Sementara yang baru dibangun oleh Dinas, punya ketinggian 12 milimeter.

    Baca juga: Setelah Beraksi, Jambret Ini Terjungkal Tabrak Polisi Tidur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.