Tugu Pamulang Juara Sayembara Gubernur Wahidin Halim Dibangun Oktober 2021

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desain Tugu Pamulang Juara Sayembara Senin 20 September 2021. Foto: Dokumen Pemrov Banten

    Desain Tugu Pamulang Juara Sayembara Senin 20 September 2021. Foto: Dokumen Pemrov Banten

    TEMPO.CO, Serang - Pembangunan Tugu Pamulang hasil sayembara Gubernur Wahidin Halim akan mulai dibangun pada Oktober 2021. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan anggaran Rp 200 juta telah disiapkan untuk pembangunan Tugu Pamulang.

    "Pembangunan dimulai pada pekan ketiga Oktober dengan target selesai akhir Desember 2021,"kata Marzan usai acara pemberian hadiah kepada juara sayembara Tugu Pamulang di rumah dinas gubernur Banten di Serang, Senin, 27 September 2021.

    Gubernur Wahidin Halim menyerahkan hadiah uang tunai Rp 20 juta kepada Dedi Kurniadi dan Oma Marta Wijaya, pemenang sayembara itu.

    "Kompetisi terbuka untuk desain Tugu Pamulang memberikan kesempatan kepada publik untuk berpartisipasi dalam menghasilkan desain dan gagasan inovatif, dan terbaik," kata Wahidin.

    Kendaraan melintas di bunderan Tugu Pamulang di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 15 April 2021. Tugu Pamulang menjadi bahan cibiran warga karena dianggap berbeda dengan desain yang telah direncanakan seiring beredarnya gambar rancangan yang viral di jagat maya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wahidin juga mengemukakan keprihatinan atas "serangan" terhadap Tugu Pamulang yang awalnya sudah terbangun di Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Oleh karena itu dia pun menggagas sayembara desain Tugu Pamulang sebagai solusi atas perang opini di tengah polemik masyarakat yang menginginkan desain Tugu Pamulang sesuai kehendak masyarakat.

    "Saya bilang jalan keluarnya ya dibuka sayembara. Program pembangunan harus minta pendapat publik agar mendapat legitimasi dan pengakuan dari masyarakat. Terlibat dan melibatkan, itulah yang namanya partisipasi masyarakat,"kata Wahidin.

    Gubernur Wahidin berharap dengan dibangunnya Tugu Pamulang sesuai hasil sayembara ke depan tidak ada protes dan polemik di tengah masyarakat. Tugu Pamulang lama dibangun dalam situasi darurat akibat tumpukan sampah di sekitarnya.

    Tugu Pamulang tersebut sempat viral di media sosial dan disebut netizen seperti sangkar burung. Ada pula netizen yang menyebut mirip toren air. Pemkot Tangerang Selatan pun minta agar tugu itu diperbaiki karena tidak sesuai dengan desain awal.  

    Foto kombinasi gambar rancangan awal Tugu Pamulang yang sempat beredar dan bentuk aslinya di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 15 April 2021. Di jagat maya, sejumlah netizen menyebut tugu tersebut mirip kandang burung bahkan bak penampung air. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ornamen pada karya desain Tugu Pamulang juara sayembara mencerminkan budaya di wilayah tersebut. Ornamen dengan Motif Mandalika Batik Banten merepresentasikan karakter Pangeran Arya Mandalika yang arif, kuat, sekaligus lemah lembut dan rendah hati. Ornamen Motif Tumpal Batik Betawi simbolkan keselarasan kosmik dan spiritual serta diyakini sebagai penolak bala. Sedangkan bentuk perahu dan ombak untuk adaptasi dan ilustrasi Pelabuhan Karangantu yang merepresentasikan kejayaan maritim Kesultanan Banten pada masa lalu.

    AYU CIPTA

    Baca juga: Juara Sayembara Desain Tugu Pamulang Sudah Terpilih, Wahidin: Cerminan Budaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.