Setelah Luhut, Giliran Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti yang Akan Diperiksa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Advokat dari Lembaga advokasi hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar, saat melaporkan Ketua Pengadilan Negeri Timika, Papua, Relly D. Behuku ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus gratifikasi, 12 Februari 2018. Dewi Nurita/Tempo

    Advokat dari Lembaga advokasi hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar, saat melaporkan Ketua Pengadilan Negeri Timika, Papua, Relly D. Behuku ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus gratifikasi, 12 Februari 2018. Dewi Nurita/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya segera memanggil Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Kemarin, penyidik telah memeriksa Luhut sebagai pelapor.

    "Rencana tindak lanjut, kami akan mengklarifikasi, mengundang juga terlapornya (Haris dan Fatia)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, saat dihubungi Selasa, 28 September 2021.

    Namun, ia tak menjelaskan kapan pemanggilan Haris dan Fatia Maulidiyanti. Setelah pemeriksaan terhadap dua kubu, Yusri memastikan polisi akan segera melakukan mediasi. Mediasi ini merupakan perintah Kapolri soal restorative justice dalam penanganan kasus yang berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika.

    "Kalau memang ada kesepakatan (saat mediasi) Alhamdullilah, kalau tidak, ya tetap berlanjut nanti kasus ini. Menunggu saja prosesnya," kata Yusri.

    Sebelumnya penyidik telah memeriksa Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin, 27 September 2021. Dalam pemeriksaan itu Luhut membawa bukti untuk diajukan kepada penyidik. Salah satunya rekaman video Youtube di akun Haris Azhar dengan judul, Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!

    Setelah diperiksa, Luhut mengatakan menghargai adanya proses mediasi. Namun ia menyiratkan tetap meneruskan kasus ini walaupun mediasi dengan Haris dan Fatia terjadi. 

    "Kalau tadi disampaikan penyidik ada edaran dari Kapolri untuk mediasi, ya silakan aja jalan, tetapi saya ingin sampaikan supaya kita semua belajar bahwa tidak ada kebebasan absolut," ujar Luhut di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 27 September 2021. 

    Baca juga: Soal Mediasi dengan Haris Azhar dan Fatia, Luhut: Tidak Ada Kebebasan Absolut

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.