Pembunuhan Paranormal di Tangerang, Pelaku Dendam Istri dan Kakak Ipar Ditiduri

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Polda Metro Jaya saat merilis kasus penembakan ustad bernama Armand alias Alex di Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang. Selasa, 28 September 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Polda Metro Jaya saat merilis kasus penembakan ustad bernama Armand alias Alex di Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang. Selasa, 28 September 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha angkutan berinisial M, pelaku pembunuhan ustad di Tangerang dendam karena Armand alias Alex diduga 3 kali meniduri istri M. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat mengatakan Alex meniduri istri M dengan alasan memasang susuk pada tahun 2010.

    "Korban melakukan itu di rumah M, di rumah korban, dan di hotel," ujar Ade di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 28 September 2021. 

    Hubungan korban dan istrinya itu akhirnya baru diketahui M pada tahun 2019, ketika pasangan suami istri itu akan naik haji. Saat itu M memaafkan tindakan Alex dan tak mau mengungkit masalah itu lebih lanjut. 

    Namun pada awal tahun 2021, M mengetahui fakta baru bahwa Alex juga menjalin hubungan dengan kakak iparnya. Sang kakak kemudian meninggal sehingga rasa sakit hati M terhadap Alex kembali menguak. 

    "Ini yang membangkitkan dendam di peristiwa 10 tahun lalu dan jadi motivasi melakukan pembunuhan," kata Ade. 

    M lantas mencari pembunuh bayaran untuk menghabisi paranormal yang membuka praktik pengobatan alternatif di Kunciran, Tangerang. Dia menyewa dua eksekutor Rp 50 juta ditambah sepucuk senjata api jenis Glock.    

    Penembakan terjadi saat paranormal yang kerap disapa Ustad Alex ini baru saja pulang dari ibadah Salat Maghrib di Masjid Nuryaqin di dekat rumahnya. 

    Soal sapaan ustad terhadap Alex ini diluruskan oleh Ade. Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya itu mengatakan Alex merupakan seorang paranormal yang membuka praktik pengobatan tradisional. 

    "Dia dipanggil ustad karena menjadi ketua majelis taklim, tapi tidak pernah mengajarkan mengaji atau ilmu agama," ujar Ade. 

    Polisi juga bisa menangkap para tersangka pembunuhan ini setelah mencari hubungan antara pekerjaan korban sebagai paranormal dengan peristiwa penembakan. "Kami menemukan buku daftar tamu yang menjalani pengobatan dengan korban," ujar Ade. 

    Baca juga: Buku Tamu Jadi Petunjuk Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Ustad di Tangerang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.