Pengacara Napoleon Bonaparte: Kondisi Kace Tak Lebih Sakit dari Umat Islam

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Tim Pembela Aqidah Islam yang diisi beberapa pengacara seperti Herman Kadir, Djudju Purwantoro dan Ahmad Yani menyatakan telah menerima kuasa dari Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte untuk menjadi kuasa hukum, Kamis, 6 Oktober 2021. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Tim Pembela Aqidah Islam yang diisi beberapa pengacara seperti Herman Kadir, Djudju Purwantoro dan Ahmad Yani menyatakan telah menerima kuasa dari Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte untuk menjadi kuasa hukum, Kamis, 6 Oktober 2021. TEMPO/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim kuasa hukum Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte menganggap perbuatan Muhammad Kace yang menghina agama, lebih menyakitkan ketimbang penganiayaan yang dilakukan kliennya.

    "Apa yang dilakukan Napoleon dan kawan-kawan, kalau pun itu ada ya, jauh lebih merasa sakitnya, terhinanya umat Islam di dunia. Jadi tidak seberapa yang dialami oleh Kace itu, dibandingkan apa yang dirasakan kita-kira yang muslim ini," ujar kuasa hukum Napoleon, Ahmad Yani di Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis, 6 Oktober 2021.

    Walau begitu, kata Yani, perbuatan penganiayaan oleh Napoleon juga belum terbukti. Kliennya disebut tak pernah mengucapkan telah memukuli Kace. Pernyataan yang ada adalah 'akan melakukan tindakan terukur'.

    Yani dan pengacara lainnya yang berjumlah sekitar 40 orang membentuk Tim Pembela Aqidah Islam. Tim ini akan menjadi pendamping hukum Napoleon atas kasus penganiayaan yang menjeratnya.

    Yani mengatakan penetapan tersangka terhadap Napoleon janggal. Salah satu indikatornya, kata dia, Napoleon belum pernah diperiksa oleh penyidik.

    Selain itu, penetapan tersangka ini disebut tidak sesuai dengan janji Kapolri Jenderal Listyo Sigit soal restorative justice. Langkah restorative justice dinilai harus dilakukan karena Kace sudah minta maaf dan meminta damai. Kace juga dinyatakan sudah mengajukan pencabutan laporan.

    "Kenapa kok kepolisian begitu ngotot betul?" ujar Yani.

    Napoleon menganiaya tersangka kasus dugaan penistaan agama, Muhammad Kace di Rutan Bareskrim Polri. Kace dipukuli dan dilumuri dengan kotoran. Dia menganiaya karena merasa keyakinan beragamanya diusik oleh Kace.

    Terpidana kasus suap itu dibantu oleh tiga tahanan Bareskrim lain saat menganiaya Kace. Salah satunya adalah eks anggota Front Pembela Islam (FPI) bernama Maman Suryadi, yang merupakan narapidana kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

    Baca juga: Kasus dengan Muhammad Kace, Napoleon Bonaparte Didampingi 40 Pengacara

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.