Berita Terpopuler: Drone Emprit tentang Para Tokoh hingga 12 WNA Dilarang Masuk

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) memakai baju batik bersepeda di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Sabtu 2 Oktober 2021. Kegiatan berbaju batik saat bersepeda itu sebagai bentuk perayaan memperingati Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) memakai baju batik bersepeda di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Sabtu 2 Oktober 2021. Kegiatan berbaju batik saat bersepeda itu sebagai bentuk perayaan memperingati Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler kanal Metro hari ini, Rabu, 13 Oktober 2021 adalah tentang Drone Emprit yang menyatakan nama Gubernur DKI Anies Baswedan paling banyak dibicarakan di media sosial sejak Januari hingga September 2021. Anis paling populer dibandingkan Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan Puan Maharani, namun paling tidak disukai. Berita kedua yang paling banyak dibaca adalah  pemeriksaan orang tua pedangdut Ayu Ting Ting mengenai akun @gundik_empang yang dituduh menghina anak dan cucunya. 

    Akan halnya berita ketiga terpopuler adalah keputusan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta yang tidak mengizinkan 12 warga negara Sri Lanka masuk ke Indonesia karena dinilai mencurigakan.

    Berikut kilasan berita terpopuler itu:

    1. Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi menyatakan nama Anies Baswedan memuncaki volume percakapan dibandingkan Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan Puan Maharani. Volume itu dihitung dari total mentions dari berbagai kanal seperti media online dan Twitter dari Januari hingga September 2021.

    "Secara tren memang selalu tinggi," kata Ismail dalam diskusi daring yang diadakan Pemprov DKI, Selasa, 12 Oktober 2021.

    Namun, tingginya popularitas itu juga sejalan dengan tingginya sentimen negatif. Untuk kategori sentimen negatif, Anies memuncaki daftar dengan skor 37 persen, diikuti Ridwan Kamil 23 persen, dan Ganjar 20 persen.

    "Ternyata Pak Anies paling populer tapi paling tidak disukai, di antara ketiganya," ujar Ismail Fahmi.

    Selanjutnya, Fahmi memaparkan peta social network analysis (SNA) antara tokoh-tokoh tersebut. Hasilnya, pembicaran soal Puan Maharani tidak banyak dilakukan oleh pendukung organiknya atau mayoritasnya disebut buzzer. Selanjutnya, pembicaraan soal Ridwan Kamil mayoritas dilakukan oleh pendukungnya.

    Pembicaraan tentang Ganjar Pranowo mayoritas dilakukan oleh pendukung sang Gubernur Jawa Tengah itu sendiri. Hal ini menghasilkan banyak sentimen positif terhadapnya.

    2. Kedua orang tua pedangdut Ayu Ting Ting, Umi Kalsum dan Abdul Rozak selesai diperiksa oleh penyidik Kepolisan Daerah Metro Jaya pada pukul 13.10 WIB. Selama tiga jam diperiksa, keduanya masing-masing dicecar enam dan 12 pertanyaan soal kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh akun Instagram @gundik_empang milik seseorang berinisial KD. 

    "Semuanya berkaitan dengan akun Gundik Empang dan hal-hal yang berkaitan tulisan di akun tersebut dan menjadi subjek laporan kami. Jadi semuanya sudah dijawab dengan baik," ujar kuasa hukum Ayu Ting Ting, Minola Sebayang di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Oktober 2021. 

    Minola menerangkan, dalam pemeriksaan itu Rozak dan Umi bisa menjawab dengan lancar. Penyebabnya, keduanya hanya diminta menceritakan ulang kasus dugaan pencemaran nama baik yang dialami anaknya. 

    "Hal-hal yang berkaitan dengan pemeriksaan saksi pelapor sudah selesai dan mungkin nanti akan ada gelar perkara serta pemanggilan terlapor," kata Minola. Sebelumnya, Ayu Ting Ting melaporkan akun @gundik_empang pada Jumat, 20 Agustus 2021. Dalam laporannya, Ayu menuding pemilik akun berinisal KD telah melanggar Pasal 315 KUHP tentang penghinaan. 

    3. Kantor Imigrasi  Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta menolak masuk 12 warga negara Sri Lanka karena gelagat mereka dianggap mencurigakan. Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Romi Yudianto mengatakan petugas Imigrasi mencurigai ciri, gerak gerik dan gestur tubuh 12 warga Sri Lanka itu saat pemeriksaan dokumen keimigrasian di counter Imigrasi Terminal 3 kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta.

    "Salah satunya mereka terlihat sudah terbiasa dalam kerja tim," ujar Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Romi Yudianto kepada TEMPO, Selasa, 12 Oktober 2021.

    Salah satu contohnya, kata Romi, mereka terlihat bekerjasama sangat solid pada saat memasuki ex ray barang bagasi saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta 5 Oktober 2021. "Sangat solid saling bahu membahu, menunjukan sudah terbiasa kerjasama hubungan tim," ujarnya.

    Ke 12 WNA Sri Lanka ini tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat charter Ekstra Flight Srilankan Airlines UL-1364 route Colombo (CMB) - Cengkareng (CGK). Pesawat itu memuat barang cargo dan 12 orang WNA asal Sri Lanka.

    Berita terpopuler selengkapnya bisa dibaca di sini.

    Baca: Berita Terpopuler: Konsep Rumah Rocky Gerung hingga Pernyataan Ketua DPRD DKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.