Anies Baswedan Pimpin Apel Kesiapsiagaan Musim Hujan Jakarta

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi pelaksanaan Gerebek Lumpur di Kali Krukut, Bendungan Hilir, pada Kamis, 30 September 2021. Tempo/Syifa Indriani

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi pelaksanaan Gerebek Lumpur di Kali Krukut, Bendungan Hilir, pada Kamis, 30 September 2021. Tempo/Syifa Indriani

    JAKARTA- Gubernur Anies Baswedan memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di kawasan Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 13 Oktober 2021. Menurut Anies, apel bertujuan untuk mengirim pesan kepada seluruh jajarannya agar siap dan mengumpulkan seluruh sumber daya dalam memasuki musim hujan.

    Pemerintah DKI hendak menyampaikan kepada masyarakat bahwa mereka siap mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. "Kami mengharapkan seluruh masyarakat untuk juga memastikan di wilayahnya masing-masing bahwa kondisi kampung, rumah, relatif aman," ujar Anies di Monas pagi ini. Khususnya berkaitan dengan gas dan listrik yang kerap bermasalah di musim hujan.

    Pemerintah DKI dalam musim hujan kali ini menghadapi tiga masalah di garis depan. Pertama berada di pesisir dengan ancaman banjir rob; kedua adalah kawasan selatan pegunungan, yaitu air hujan yang dialirkan melalui 13 sungai ke Jakarta; dan hujan lokal.

    "Tiga front ini akan kita hadapi dengan tiga prinsip, satu siaga, dua tanggap, tiga galang," kata Anies. Prinsip itu diharapkan dapat menggerakkan seluruh unsur masyarakat dalam mengantisipasi banjir.

    Target operasi Pemerintah DKI, kata Anies, adalah tak ada korban jiwa dan permukaan genangan air dapat surut 6 jam sesudah hujan selesai atau setelah permukaan air kembali ke posisi normal.

    Baca: Berita Terpopuler: Drone Emprit tentang Para Tokoh hingga 12 WNA Dilarang Masuk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Syarat Perjalanan dalam 4 Aturan Baru Mobilitas Masyarakat dari Kemenhub

    Kemenhub menerbitkan 4 Surat Edaran tentang perjalanan orang dalam negeri. Aturan yang mulai berlaku 21 Oktober 2021 menjelaskan berbagai syarat.