Kronologi Mahasiswa Dibanting Polisi Saat Demo di Kantor Bupati Tangerang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penyiksaan oleh Polisi atau Kekerasan oleh Polisi. shutterstock.com

    Ilustrasi Penyiksaan oleh Polisi atau Kekerasan oleh Polisi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Tangerang - Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Tangerang Raya (Himata) Akbar Mujahidin mengungkap kronologis kekerasan polisi yang membanting rekan mereka saat demo. Akbar mengatakan demo mahasiswa di Kantor Bupati Tangerang pada Rabu siang itu berjalan damai.  

    "Kami hanya berjumlah 30 orang, kami tidak melakukan perlawanan," ujar Akbar saat dihubungi Tempo, Rabu 13 Oktober 2021.

    Menurut Akbar, sambil berorasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Tangerang Raya bergerak masuk ke dalam kawasan kantor Bupati Tangerang. "Kami ingin menyampaikan tuntutan kami," ujarnya.

    Saat mahasiswa berusaha masuk ke kantor bupati, Akbar mengatakan polisi mulai mendorong mereka. "Kami tidak mendorongi, kami coba mempertahankan, tapi ternyata di belakang kami sudah ada polisi juga, kami seperti terkepung," katanya.

    Aksi saling dorong itu berujung bentrokan antara polisi dan puluhan mahasiswa yang berasal dari Untirta, UIN Banten dan UIN Tangerang itu. Pada saat bentrokan itu, seorang polisi menarik Fariz, mahasiswa semester 9 UIN Banten, menjauh dari kerumunan.

    Selanjutnya tindakan kekerasan polisi itu viral di media sosial...  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.