Kabel Listrik Bawah Tanah Meledak, Petugas Galian Optik Luka Bakar 40 Persen

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ledakan dan asap. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi ledakan dan asap. TEMPO/Subekti

    Jakarta - Nasib nahas dialami dua pekerja galian kabel optik berinisial O dan R. Mereka mengalami luka bakar hingga 40 persen akibat kabel listrik PLN di tempat yang mereka menggali meledak. Peristiwa itu terjadi di Jalan Pelumpang Semper, Koja Jakarta Utara pada Rabu siang kemarin, 13 Oktober 2021. 

    "Saat penggalian untuk tiang optik di kedalaman 10 sentimeter, tiba-tiba terjadi ledakan," ujar Kapolsek Koja Komisaris Abdul Rasyid saat dihubungi, Kamis, 14 Oktober 2021. 

    Saat peristiwa terjadi, ada lima pekerja yang menggali. Namun dua orang korban saat itu tepat berada di atas lokasi ledakan sehingga terluka paling parah. 

    Polisi belum menemukan unsur kelalaian dalam peristiwa ini belum bisa ditemukan. Para pekerja mengaku sudah melakukan pekerjaan sesuai standar prosedur dan tidak tahu ada kabel listrik di lokasi penggalian 

    "Jadi, bukan kelalaian. Dia enggak tahu di bawahnya ada kabel listrik," kata Abdul.

    Polisi menduga ada kesalahan dalam pemasangan kabel listrik bawah tanah milik PLN. Sebab, posisi kabel terbilang cukup dangkal. Abdul mengatakan posisi kabel listrik seharusnya berada di kedalaman 30-40 sentimeter.  

    Polisi sudah memeriksa beberapa saksi. Rencananya, vendor juga akan diperiksa untuk mengetahui standar prosedur pengerjaan galian. 

    Baca: Pemprov DKI Kebut Tata Kabel Udara Semrawut Dipindah ke Tanah, Di Mana Saja?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.