Pemprov dan DPRD Sepakati APBD Perubahan DKI 2021 Sebesar Rp 79,52 Triliun

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria menandatangani berita acara rapat paripurna pembahasan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, pada Rabu, 8 September 2021. Tempo/Adam Prireza

    Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria menandatangani berita acara rapat paripurna pembahasan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, pada Rabu, 8 September 2021. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - DPRD dan Pemprov DKI menyetujui besaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Perubahan DKI 2021 sebesar Rp 79,52 triliun. Kesepakatan itu dituangkan dalam nota kesepahaman antara kedua lembaga dalam rapat paripurna DPRD DKI pada Kams, 14 Oktober 2021.

    Wakil Gubernur atau Wagub DKI Ahmad Riza Patria yang mewakili Gubernur Anies Baswedan mengatakan bahwa modifikasi tema pembangunan tahunan dan realokasi kebijakan serta peninjauan kembali target pembangunan penting dilakukan. 

    “Agar pemulihan ekonomi maupun kehidupan masyarakat DKI Jakarta dapat berjalan lebih cepat,” ujar Riza dalam rapat paripurna tersebut. Ia mengatakan bahwa dampak pandemi Covid-19 terlihat dari kontraksi ekonomi, meningkatnya angka pengangguran, dan tingkat kemiskinan. Atas dasar itu, Riza menyebut Pemprov DKI perlu melakukan strategi baru dalam rangka pemulihan ekonomi. 

    Berdasarkan rapat Badan Anggaran DPRD dan rapat gabungan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) perihal rancangan perubahan KUPA-PPAS Tahun Anggaran 2021 disepakati bahwa pendapatan daerah yang semula direncanakan Rp 72,18 triliun menjadi Rp 64,84 triliun. 

    Selanjutnya, belanja daerah yang terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, dan belanja transfer yang semula dialokasikan Rp 72,96 triliun turun menjadi 69,62 triliun. 

    Kemudian penerimaan pembiayaan yang dialokasikan sebesar Rp 12 triliun pada APBD 2021 yang berasal dari Silpa tahun 2020 serta penerimaan pinjaman daerah turun menjadi Rp 14,68 triliun. Adapun pengeluaran pembiayaan yang mulanya direncanakan sebesar Rp 11,22 triliun pada perubahan saat ini turun menjadi Rp 9,89 triliun. 

     Baca juga: Lantik Pejabat DKI, Pesan Anies Baswedan: Tuntaskan Semua Target Janji Gubernur

    ADAM PRIREZA

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Pemerintah Di Balik Harga Tes PCR Di Bandara

    Sejumlah alasan membuat pemerintah kembali menurunkan harga RT - PCR. Tempo mengumpulkan sejumlah fakta di balik naik-turun harga tes itu.