Viral Dugaan Pencemaran Cisadane, Dinas LH Tangsel Sebut Tidak Ada Perubahan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota kelompok relawan Bank Sampah Sungai Cisadane , p(Banksasuci) mengumpulkan sampah medis di Sungai Cisadane Tangerang, Banten province, 2 Agustus 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

    Anggota kelompok relawan Bank Sampah Sungai Cisadane , p(Banksasuci) mengumpulkan sampah medis di Sungai Cisadane Tangerang, Banten province, 2 Agustus 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

    Tangerang Selatan- Dinas Lingkungan Hidup kota Tangerang Selatan memaparkan hasil pemeriksaan laboratorium air sungai Cisadane yang sempat viral diduga tercemar akibat pembuangan cairan berwarna merah yang berasal dari plastik pembungkus makanan.

    "Pengambilan sampel air dilakukan oleh UPTD Laboratorium DLH Kota Tangerang Selatan pada tanggal 3 Oktober 2021 dan Laboratorium Lingkungan Independen PT. Kehatilab Indonesia pada tanggal 4 Oktober 2021," kata Kabid pengendalian pencemaran Dinas Lingkungan Hidup kota Tangerang Selatan Budi Hermanto saat dihubungi, Kamis 14 Oktober 2021.

    Menurut Budi, lokasi pemantauan dilakukan pada dua titik yaitu upstream dan downstream Sungai Cisadane dengan tolok ukur dari lokasi kegiatan pencucian plastik tersebut.

    "Parameter yang diuji adalah parameter kunci yaitu BOD dan COD serta parameter pendukung antara lain suhu, pH, TSS, TDS, Amoniak, Krom, Klorida, dan Surfaktan," ujarnya.

    Pemantauan, kata Budi, mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Baku Mutu Air Sungai Kelas 2).

    "Berdasarkan hasil pemantauan, untuk hasil analisa laboratorium dari UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kota Tangerang Selatan, terhadap parameter-parameter tersebut baik di upstream maupun downstream tidak ada perubahan yang signifikan," ungkapnya.

    Untuk hasil Analisa laboratorium PT. Kehatilab Indonesia, lanjut Budi juga menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan pada upstream dan downstream.

    "Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembuangan pewarna sesaat tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap air Sungai Cisadane di lokasi kegiatan," imbuhnya.

    Setelah keluarnya hasil pemeriksaan laboratorium, tambah Budi, pihaknya juga menghimbau kepada tempat pengolahan sampah plastik itu untuk tidak langsung membuang limbah ke sungai Cisadane. "Iya kita bina," tambahnya.

    Sebelumnya warga kavling Serpong, Tangerang Selatan mengeluhkan dugaan adanya pencemaran sungai Cisadane oleh salah satu tempat pengolahan limbah sampah plastik yang membuang cairan ke sungai Cisadane. Soal itu sempat jadi viral di media sosial.

    Baca : PPKM Level 3 Dilonggarkan Gym Bisa Buka, Begini Pusat Kebugaran di BSD Siap-siap
    MUHAMMAD KURNIANTO

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.