Anies Baswedan Tawarkan Dua Proyek Infrastruktur DKI ke Singapura, Siapa?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbicara pada Peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek di Stasiun Tebet, Jakarta, Rabu, 29 September 2021. Dalam peresmian tersebut dilakukan juga pencanangan kartu dan aplikasi JakLingko, pencanangan pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) dan revitalisasi Stasiun Sudirman, peresmian penataan kawasan stasiun tahap dua serta penandatanganan dokumen integrasi transportasi Jabodetabek. TEMPO/Daniel Christian D.E

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbicara pada Peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek di Stasiun Tebet, Jakarta, Rabu, 29 September 2021. Dalam peresmian tersebut dilakukan juga pencanangan kartu dan aplikasi JakLingko, pencanangan pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) dan revitalisasi Stasiun Sudirman, peresmian penataan kawasan stasiun tahap dua serta penandatanganan dokumen integrasi transportasi Jabodetabek. TEMPO/Daniel Christian D.E

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menawarkan investasi di dua proyek infrastruktur kepada investor asal Singapura. Yakni fasilitas ruang terbuka di Stasiun MRT Fatmawati dan pengembangan fasilitas transit di Pegangsaan Dua.

    "Ini merupakan perwujudan dari cita-cita DKI Jakarta sebagai provinsi yang memiliki konektivitas yang memadai sehingga mampu menggerakkan kegiatan ekonomi," kata Anies dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 14 Oktober 2021.

    Penawaran tersebut disampaikan Anies dalam seminar daring bertajuk "Insight into Investment Opportunities in Jakarta" yang diadakan Pemprov DKI bersama Perwakilan Kementerian Investasi/BKPM dan "Indonesia Investment Promotion Centre" di Singapura.

    Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jakarta yang membaik pada triwulan kedua 2021 mencapai 10,91 persen yang didorong konsumsi domestik menjadi salah satu indikator pulihnya ekonomi DKI.

    Selain itu, Anies juga memastikan perbaikan reformasi birokrasi membuat iklim berinvestasi dan berusaha di Jakarta semakin kondusif.

    Anies Baswedan menilai Jakarta merupakan salah satu mitra strategis Singapura.

    Untuk mendorong peningkatan investasi yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi para investor. Termasuk infrastruktur.

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Benni Aguscandra mengatakan  pertumbuhan ekonomi DKI yang positif itu menjadi momentum menangkap peluang investasi.

    Apalagi pergerakan Penanaman Modal Asing (PMA) di Jakarta menunjukkan tren positif.

    Benni mencatat berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI,
    pada triwulan II-2021, PMA di DKI Jakarta mencapai 0,96 miliar atau setara Rp14,1 triliun.

    DPMPTSP DKI Jakarta melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan realisasi investasi di Jakarta agar berdampak perluasan lapangan kerja, peningkatan ekonomi masyarakat serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar Asia.

    Berdasarkan data BKPM selama periode Januari-Juni 2021, realisasi investasi PMA di DKI Jakarta mencapai US Dollar 2 miliar. Demikian bukti kepercayaan beberapa investor kepada pemerintahan DKI Jakarta oleh Anies Baswedan.

    Baca : Anies Baswedan Mau Warga Gusuran Ahok Punya Hunian Mirip Kampung Susun Akuarium
    ANTARA

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.