Kota Bekasi Hibahkan 185 Ribu Vaksin Covid 19 Akan Kedaluwarsa, Jenisnya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menunjukkan hasil vaksinasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 15 Januari 2021. Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan sebanyak 14.060 vaksin pada tahap awal untuk diberikan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan menangani pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia khususnya Kota Bekasi. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menunjukkan hasil vaksinasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 15 Januari 2021. Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan sebanyak 14.060 vaksin pada tahap awal untuk diberikan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan menangani pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia khususnya Kota Bekasi. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya menghibahkan sebanyak 185 ribu vaksin Covid 19 ke beberapa wilayah di Jawa Barat.

    Hal ini dilakukan menyusul ratusan ribu dosis vaksin tersebut akan segera kedaluwarsa.

    "Atas perintah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat," kata Rahmat Effendi di Bekasi, Jumat, 15 Oktober 2021.

    Daerah yang dihibahi vaksin Covid 19, kata dia, antara lain Subang, Cianjur, Majalengka, Garut dan Sukabumi. Vaksin yang akan kedaluwarsa pada November 2021 itu, kata dia, sudah mulai didistribusikan hari ini.

    "Artinya supaya dipakai di tempat lain," kata dia.

    Vaksin yang akan kedaluwarsa tersebut, jenisnya ada Sinovac, Pfizer, Moderna maupun AstraZeneca. Ia menyebut, meski ada 185 ribu vaksin Covid 19 diberikan ke tempat lain, stok vaksin di Kota Bekasi masih cukup banyak.

    "Kita ada 400 ribuan stok sekarang," kata Rahmat Effendi.

    Rahmat menuturkan, banyaknya dosis vaksin akan kedaluwarsa karena partisipasi vaksinasi Covid 19 di wilayahnya mulai turun. Adapun capaian vaksinasi berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK) Kota Bekasi sudah mencapai 75 persen dari target 2 juta jiwa.

    Untuk memenuhi target, pihaknya sekarang sedang mendata ke rumah-rumah. Yang belum mendapatkan vaksin, pihaknya akan mendatangkan petugas. Selain itu, vaksin juga disebar sampai ke tingkat Posyandu di Kota Bekasi. "Door to door sekarang masih berjalan," kata Rahmat Effendi.

    ADI WARSONO
    Baca : 8 Provinsi Terima 601.380 Vaksin Covid-19 Pfizer yang Datang Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.