Peringatan Dini BMKG: Hujan Petir di Sebagan Jakarta dan Bodetabek Siang Hari

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi hujan petir di Jakarta. Dok.TEMPO

    Ilustrasi hujan petir di Jakarta. Dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi terjadinya hujan disertai kilat/petir di sejumlah wilayah di Indonesia, Ahad.

    Imbauan tersebut disampaikan BMKG melalui informasi peringatan dini dalam laman BMKG.go.id, yang dikutip di Jakarta, Ahad dini hari, 17 Oktober 2021.

    Berdasarkan informasi BMKG, sejumlah wilayah Indonesia yang berpotensi terjadi hujan petir, yakni di Banten, sebagian DKI Jakarta serta di aglomerasi.

    Di Banten, waspadai potensi hujan sedang hingga hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah kabupaten/kota Lebak, Pandeglang bagian utara dan tengah, Serang bagian Selatan, Tangerang bagian Selatan, dan Kota Tangerang Selatan.

    Di DKI Jakarta, waspadai potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat di sebagian wilayah Jakbar, Jaksel dan Jaktim pada siang dan sore hari.

    Di Jawa Barat, BMKG meminta mewaspadai potensi hujan petir dan angin kencang antara siang atau sore hingga dini hari di kabupaten atau kota Bogor, Sukabumi, Bekasi, Cianjur, Depok, Purwakarta, Karawang, Bandung, Bandung Barat, hingga Garut.

    Baca : BMKG Rilis Peringatan Dini: Awas Hujan Lebat Disertai Petir di Jakarta Sore Hari
    ANTARA


    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.