Waketum MUI Protes Rencana Pemberian Nama Jalan Mustafa Kemal Ataturk

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Wacim, 38 tahun, sedang menyapu jalan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 25 Juli 2020. TEMPO/Ihsan Reliubun.

    Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Wacim, 38 tahun, sedang menyapu jalan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 25 Juli 2020. TEMPO/Ihsan Reliubun.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mempersoalkan rencana penggantian nama salah satu jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi Mustafa Kemal Ataturk. Anwar menilai Mustafa merupakan sosok yang mengacak-acak ajaran Islam.

    "Banyak sekali hal-hal yang dia lakukan bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah," tulis Anwar dalam keterangan tertulisnya pada Ahad, 17 Oktober 2021.

    Menurut dia, Mustafa Kemal Ataturk merupakan tokoh sekuler yang tak percaya agamanya dapat membawa Turki menjadi negara maju. Anwar menyebut dalam upaya meraih itu, Mustafa justru menjauhkan rakyat Turki dari ajaran agama Islam. "Jadi Mustafa Kemal Ataturk ini adalah seorang tokoh yang kalau dilihat dari Fatwa MUI orang yang pemikirannya sesat dan menyesatkan," ujar Anwar.

    Ia pun menilai jika rencana pemerintah mengabadikan nama Mustafa di salah satu Jalan Ibu Kota sebagai hal yang tidak diharapkan. Alasannya, menurut penilaian Anwar, apa yang dilakukan oleh Mustafa bertentangan dengan esensi Pancasila.

    "Sila pertamanya adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Lalu pemerintahnya akan menghormati tokoh yang sangat sekuler dan melecehkan agama Islam yang menjadi mayoritas di negeri ini," tutur dia. "Hal itu jelas merupakan sebuah tindakan yang tidak baik dan arif, serta jelas-jelas akan menyakiti dan mengundang keresahan di kalangan umat Islam."

    Seperti diketahui, rencana pergantian nama itu mulanya disampaikan oleh Duta Besar Indonesia di Ankara, Muhammad Iqbal. Dikabarkan bahwa pihak kedutaan telah memberikan data ihwal panjang jalan dan karakter jalan yang namanya akan diganti ke Pemprov DKI Jakarta.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut nama presiden pertama Indonesia, Soekarno, akan digunakan sebagai nama jalan di depan kantor Kedutaan Besar RI di Ankara. “Pemerintah Turki telah menganugerahkan nama jalan di depan kantor KBRI Ankara yang baru dengan nama Jalan Ahmed Soekarno,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers, Selasa malam, 12 Oktober 2021.

    Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria mengatakan pemerintah Indonesia dengan Turki saling bertukar nama tokoh untuk dijadikan nama jalan.

    “Memang ada keinginan dari kita dan pemerintah Turki. Agar ada nama dari kita di Turki dan nama tokoh dari Turki (di Indonesia),” ujar dia kepada wartawan pada Ahad, 17 Oktober 2021.

    Riza mengatakan pertukaran nama tersebut diharapkan menjadi bagian dari kerjasama antara Indonesia dengan Turki. Namun, Riza masih enggan menyebutkan secara pasti jalanan di kawasan Menteng mana yang akan diganti namanya. “Nanti akan disampaikan, ya.” ucap Riza.

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.