Ketua Komisi B DPRD DKI Sebut Formula E Tidak Merugikan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pantai Kita Maju, Pantai Indah Kapuk (PIK) yang disebut bakal jadi calon lokasi ajang balap Formula E, Jumat, 8 Oktober 2021. TEMPO/Helmilia Putri Adelita

    Pantai Kita Maju, Pantai Indah Kapuk (PIK) yang disebut bakal jadi calon lokasi ajang balap Formula E, Jumat, 8 Oktober 2021. TEMPO/Helmilia Putri Adelita

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi B Bidang Perekonmian DPRD DKI Abdul Aziz mengatakan banyak pihak yang menilai Pemprov DKI mengalami kerugian dengan penyelenggaraan Formula E. Padahal ia mengatakan, gelaran balap mobil listrik itu justru tak menimbulkan kerugian.

    "Tidak ada kerugian, ini kan banyak orang mempermasalahkan karena commitment fee tidak dikembalikan sehingga dianggap hilang, tapi kan kenyataannya tidak hilang," kata Aziz seperti dikutip Antara, Sabtu, 16 Otkobr 2021.

    Menurut Aziz, dana commitment fee sebesar Rp 560 miliar yang selama ini dipertanyakan banyak orang tidak hilang. Dana ini akan digunakan penyelenggara Formula E untuk melaksanakan balap mobil formula E. Termasuk mendatangkan staf, biaya akomodasi, hingga membuat event-event yang terkait Formula E.

    "Jadi itu merupakan ongkos dan akomodasi untuk operasional FEO saat menggelar Formula E di Jakarta, sehingga (bisa dibilang) uang itu akan kembali pada masyarakat Jakarta dalam bentuk sewa hotel dan sebagainya," tutur dia.

    Sama dengan jawaban yang pernah dikeluarkan DKI, Aziz mengatakan bahwa biaya komitmen Rp 560 miliar itu adalah untuk semua tahun penyelenggaraan Formula E, sehingga tidak akan ada lagi biaya tambahan dari APBD untuk pelaksanaan balap mobil listrik pada tahun 2022, 2023, dan 2024.

    Sebelumnya DKI menyebut duit untuk commitment fee itu diambil dari APBD 2019 sebelum adanya pandemi Covid pada 2020. Yang tersisa kata Aziz adalah biaya pelaksanaan per tahun sekitar Rp 150 miliar.

    Namun biaya itu tak akan menggunakan APBD melainkan dana dari sponsor.

    Aziz mengatakan DPRD DKI akan mendalami detail keuntungan ekonomi yang didapat dari ajang balap Formula E tersebut. Apalagi saat ini Indonesia masih berada dalam situasi pandemi. Sebelum ada Covid-19 diperkirakan bakal ada pergerakan ekonomi Rp 1,2 triliun.

    Akan tetapi, Aziz belum bisa membeberkan kapan waktu pasti rapat tersebut digelar, karena DPRD DKI sendiri saat ini tengah membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022 yang diharuskan selesai November 2021 ini.

    "Nah jika pembahasan APBD 2022 selesai baru bisa dibahas lagi. Kemungkinan November 2021, jika selesai APBD 2022 langsung dijalankan," tuturnya.

    Baca juga: Prasetyo Edi Marsudi: Sikap Saya Tegas Mendukung Interpelasi Formula E


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.