Fadli Zon Usul Al Fatih Ketimbang Ataturk, Fahri Hamzah: Engga Pas Bro

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020. Mahaputera Nararya merupakan tanda kehormatan berupa Bintang sipil yang diberikan kepada Mantan ketua/wakil ketua lembaga negara, mantan menteri dan setingkat yang telah menyelesaikan tugasnya. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020. Mahaputera Nararya merupakan tanda kehormatan berupa Bintang sipil yang diberikan kepada Mantan ketua/wakil ketua lembaga negara, mantan menteri dan setingkat yang telah menyelesaikan tugasnya. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta – Fahri Hamzah menyinggung mantan koleganya di DPR Fadli Zon soal kontroversi rencana penamaan jalan Mustafa Kemal Ataturk di salah satu ruas jalan Menteng, Jakarta Pusat.

    Dalam cuitannya yang dikutip dari akun Twitter resmi @Fahrihamzah, politikus Partai Gelora itu mempertanyakan pernyataan Fadli Zon soal usulan nama jalan Muhammad Al Fatih ketimbang Ataturk di Menteng.

    Bro, Bener ini Alfatih mau disejejerin sama Soekarno? Tukerannya kan itu? Kalau ane lihat gak pas bro. Jalan alfatih di Jakarta vs jalan walisongo di ankara pas lah. Ngomong ke gubernur sohib lu itu,” cuitan Fahri Hamzah pada akun Twitternya.

    Lalu Fahri Hamzah kembali membuat tweet perihal pergantian nama di Menteng. Ia membandingkan para tokoh yang kiranya akan dijadikan nama di kawasan Jakarta nantinya.

    Sukarno – Mustafa (sama2 paki jas dan dasi). Walisongo – Alfatih (sama2 pakai sorban). Ini lebih pas jadi tukeran. Lagian tanya turkinya mau gak?” ujarnya.

    Ia pun menjelaskan, soal nama jalan itu sama dengan konsep Sister City. "Itu resiprokal (ada di sini - ada di sana) lalu disepakati, lalu teken bareng. Bukan maunya kita sepihak. Jadi jangan sepihak," cuit dia lagi.

    Fahri kemudian menutup cuitannya dengan memita agar mempercayakan kepada Gubernur DKI untuk negosiasi soal ini. "Apapun keputusan kita ikut aja," tulisnya.

    Sebelumnya, Fadli Zon lewat Twitternya @fadlizon mencuit soal rencana penamaan jalan di Menteng menjadi Mustafa Kemal Ataturk. Fadli menyebut, lebih tepat jika tokoh yang disematkan sebagai nama jalan adalah Fatih Sultan Mehmet II atau Muhammad Al Fatih.

    "Saya usul namanya Jalan Fatih Sultan Mehmet II," tulis dia pada Senin, 18 Oktober 2021 lalu.

    Wakil Gubernur atau Wagub DKI Ahmad Riza Patria membenarkan rencana penggantian nama salah satu jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi nama tokoh Turki, Mustafa Kemal Attaturk. Menurut Riza, pemerintah Indonesia dengan Turki saling bertukar nama tokoh untuk dijadikan nama jalan. 

    “Memang ada keinginan dari kita dan pemerintah Turki. Agar ada nama dari kita di Turki dan nama tokoh dari Turki (di Indonesia),” ujar dia kepada wartawan pada Ahad, 17 Oktober 2021. 

    Baca juga: Gaduh Nama Jalan, HNW Tolak Nama Jalan di Menteng Disulap Jadi Kemal Ataturk

    YULIANTI PUTRI ZELITA

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.