Proyek Jakarta International Stadium Ditinjau Pimpinan dan Ketua Fraksi DPRD DKI

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Suasana proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Jakarta Utara, Selasa, 21 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Suasana proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Jakarta Utara, Selasa, 21 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Jakarta - Pimpinan DPRD dan para Ketua Fraksi DPRD meninjau proyek Jakarta International Stadium (JIS) pada hari Jumat, 22 Oktober 2021. Dalam kunjungannya, para pimpinan DPRD dan Ketua Fraksi DPRD DKI Jakarta mengapresiasi pembangunan JIS yang terus berproses. 

    Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan, JIS akan menjadi salah satu stadion sekaligus ruang publik kebanggan masyarakat Jakarta. “Harus diajak untuk mengamankan dan berkontribusi kepada stadion kebanggaan masyarakat Jakarta ini,” kata Taufik dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Oktober 2021.

    Direktur Utama Jakpro, Widi Amanasto mengatakan pembangunan JIS terus berlanjut secara positif. Hingga pekan ke111 ini, realisasi pembangunannya mencapai 76,52 persen. Sedangkan untuk pengerjaan pembangunan fitur unggulan saat ini sudah mencapai tahap penyelesaian.

    “Seperti corporate box, media room, royal lounge, press conference room, dan locker room home and away,” ujar Widi.

    Selain pengerjaan pembangunan fitur unggulan, rumput utama stadion juga sudah hampir 100 persen terpasang. Widi mentargetkan, di akhir bulan ini rumput stadion kemajuannya mencapai 80 persen.

    Di sisi lain, pembangunan JIS bisa mengembalikan peran wilayah Jakarta Utara sebagai sentral ekonomi baru. Sudah puluhan tahun kawasan Jakarta Utara pembangunannya tertinggal dibanding wilayah lainnya.

    Baca:  Jakpro Sebut Grup BTS Bakal Konser di Jakarta International Stadium pada 2022

    SYIFA INDRIANI | EK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.