Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Hanya 7 dari 8 Saksi yang Beri Keterangan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Persidangan dua terdakwa kasus unlawful killing Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 26 Oktober 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Persidangan dua terdakwa kasus unlawful killing Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 26 Oktober 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Hanya tujuh dari delapan saksi yang dapat hadir dalam persidangan pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing Laskar FPI dengan terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ketujuh orang itu merupakan para saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum atau JPU. 

    Tujuh saksi itu dihadirkan secara virtual di ruang sidang, mereka antara lain Enggar Jati Nugroho dan Toni Suhendar yang merupakan anggota Polri, Ratih binti Harun, Eis Asmawati binti Solihan, Karman Lesmana bin Odik, Khotib alias Pak Badeng, dan Esa Aditama. 

    "Yang Mulia, kami memanggil delapan orang saksi dan yang hadir tujuh orang saksi," ujar jaksa, Selasa, 26 Oktober 2021. 

    Sebelum memberikan kesaksian, ketujuh saksi diambil sumpah terlebih dahulu. Mereka kemudian memberikan kesaksian untuk para terdakwa secara satu per satu 

    Sidang perdana kasus unlawful killing pertama kali digelar pada Senin, 18 Oktober 2021. Dalam sidang perdana yang digelar secara offline alias langsung itu, jaksa membacakan dakwaan kepada para terdakwa. 

    Persidangan dipimpin Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara terdiri atas M. Arif Nuryanta selaku hakim ketua serta dua hakim anggota masing-masing Haruno dan Elfian.

    Kepala Humas Pengadilan Negeri atau PN Jakarta Selatan Haruno mengatakan sidang dilakukan secara offline karena para terdakwa tidak dilakukan penahanan sehingga bisa menghadiri sidang secara langsung.

    Dalam surat dakwaan JPU, Briptu Fikri Ramadhan didakwa dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP. Adapun para kedua terdakwa didampingi oleh Tim Penasihat Hukum dari Pendopo Henry Yosodinigrat.

     Enam Laskar FPI yang mengawal Rizieq Shihab tewas ditembak polisi di Jalan Tol Cikampek Kilometer 50 pada Senin dini hari, 7 Desember 2020 sekitar pukul 00.30 WIB. Komnas HAM melakukan penyelidikan dan menemukan adanya dugaan terjadinya unlawful killing dalam kasus penembakan tersebut.

    Baca juga: Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Jaksa Hadirkan Saksi Penjaga Warung di Tol

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.