Sidang Unlawful Killing, Saksi Sebut Temukan Senjata Api di Mobil Laskar FPI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin, 14 Desember 2020. Polisi menyebut empat anggota Laskar FPI yang ditangkap di rest area KM 50 Tol Cikampek berusaha merebut senjata petugas. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

    Sejumlah anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin, 14 Desember 2020. Polisi menyebut empat anggota Laskar FPI yang ditangkap di rest area KM 50 Tol Cikampek berusaha merebut senjata petugas. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua orang polisi diajukan sebagai saksi sidang pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing terhadap enam laskar FPI di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini. Keduanya adalah Enggar Jati Nugroho, anggota Brimob Polda Jawa Barat dan Toni Suhendar, anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. 

    Dalam keterangannya dalam sidang pembunuhan laskar FPI itu, kedua saksi memberikan keterangan melihat senjata api jenis revolver di kendaraan yang ditumpangi enam laskar FPI. 

    Saksi Enggar menjelaskan, dirinya melihat senjata api setelah menghampiri mobil keenam laskar yang berhenti di depan rest area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Saat Enggar menghampiri kendaraan tersebut, kondisi mobil sudah dalam keadaan rusak serta ban pecah.

    "Saya lihat bawa senjata jenis pistol, setelah itu saya mengatur anggota untuk pengamanan area," ujar Enggar saat memberikan kesaksian secara virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 26 Oktober 2021. 

    Enggar menjelaskan, dirinya bersama Toni berada di lokasi awalnya untuk pengamanan distribusi vaksin Covid-19 pada Senin, 7 Desember 2020. Dia tidak mengetahui ada penyergapan terhadap keenam laskar FPI di sana. 

    Bahkan saat mobil para laskar berhenti dan dihampiri oleh empat orang, Enggar sempat menanyakan identitas orang-orang tersebut. "Orang-orang itu teriak 'polisi' dan langsung saya tanya, dari mana? Dijawab dari PMJ," kata Enggar. 

    Selain dua pucuk senjata api jenis revolver, Enggar mengatakan pihaknya juga melihat petugas mengeluarkan beberapa bilah pedang katana dari mobil para laskar. Selanjutnya keenam orang dibawa oleh para anggota polisi menggunakan sebuah mobil. 

    Dalam sidang unlawful killing dengan terdakwa dua polisi bernama Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin pada hari ini, jaksa penuntut umum mengajukan tujuh saksi yang dihadirkan melalui siaran virtual. Mereka adalah Enggar Jati Nugroho dan Toni Suhendar, Ratih binti Harun, Eis Asmawati binti Solihan, Karman Lesmana bin Odik, Khotib alias Pak Badeng, dan Esa Aditama. 

    Baca juga: Saksi di KM 50 Lihat Polisi Keluarkan Pedang dari Mobil Laskar FPI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.