Polemik Wisata Glow di Kebun Raya Bogor, Bima Arya Pesan Dua Hal ke BRIN

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Suasana atraksi Glow Kebun Raya di Kebun Raya Bogor.y Dok. Instagram @glowkebunraya

    Suasana atraksi Glow Kebun Raya di Kebun Raya Bogor.y Dok. Instagram @glowkebunraya

    TEMPO.CO, Bogor - Wali Kota Bima Arya Sugiarto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempertimbangkan konservasi dan budaya sebelum membuka wisata glow di Kebun Raya Bogor.  

    "Ada aktivitas kebudayaan, kita hormati tujuan peziarah ke Kebun Raya Bogor," kata Bima Arya di Bogor, Rabu 27 Oktober 2021.

    BRIN perlu mempertimbangkan indikasi gangguan wisata Glow terhadap konservasi tumbuhan dan hewan yang disampaikan peneliti IPB di Kebun Raya Bogor. Kerisauan masyarakat soal unsur kebudayaan juga harus dipertimbangkan.

    Bima Arya berharap wisata edukasi Glow jangan sampai memicu kerusakan ekosistem, maupun aktivitas budaya dan wisata. 

    Pro kontra wisata Glow mencuat setelah sejumlah mantan Kepala Kebun Raya Bogor membuat surat terbuka yang khawatir dampak Wisata Glow terhadap flora dan fauna di taman itu. Selama tiga jam, wisata Glow akan menampilkan lampu led warna-warni kepada pengunjung kebun raya pada malam hari.

    Bima Arya meminta BRIN dan IPB membuat kajian soal dampak Wisata Glow terhadap Kebun Raya Bogor. "Pemerintah kota Bogor ingin Kebun Raya ini dikelola bersama-sama, sebaiknya dibentuk tim bersama antara pemerintah kota, BRIN dan IPB," kata Bima.

    Baca juga: Bima Arya Minta Wisata Malam Glow di Kebun Raya Bogor Dihentikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.