Massa Unjuk Rasa ke Istana Bubarkan Diri, Gebrak: Inilah Pemerintah kita

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ratusan buruh dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Kamis, 28 Oktober 2021. Unjuk rasa yang diikuti buruh dan mahasiswa tersebut untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Setidaknya ada 13 tuntutan yang mereka suarakan, antara lain mencabut Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja dan seluruh aturan turunannya. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ratusan buruh dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Kamis, 28 Oktober 2021. Unjuk rasa yang diikuti buruh dan mahasiswa tersebut untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Setidaknya ada 13 tuntutan yang mereka suarakan, antara lain mencabut Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja dan seluruh aturan turunannya. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta – Massa unjuk rasa buruh dan mahasiswa di Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada hari ini membubarkan diri sekitar pukul 16.30. Demonstrasi itu diikuti berbagai organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) untuk mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo-Maruf Amin.

    Aliansi Gebrak diisi oleh KASBI, KPBI, KPA, SGBN, KSN, SINDIKASI, LMND-DN, LBH Jakarta, YLBHI, KPR, SEMPRO, KRPI, Presidium GMNI dan JARKOM SP Perbankan.

    Nining Elitos, Juru bicara Gebrak merasa kecewa karena tidak ada tanggapan dari istana. Sebelum mengadakan unjuk rasa hari ini, mereka sudah pernah memberikan tuntutan kepada pemerintah tapi tidak mendapatkan respons positif.

    “Inilah pemerintah kita hari ini, kalau orang orang yang punya bermobil mewah, berpakaian rapi, pasti akan diterima bagaimana masukannya,” ujar Nining kepada wartawan, Kamis, 28 Oktober 2021.

    Menurutnya, Jokowi dan Ma’ruf Amin membutuhkan suara rakyat hanya saat pemilihan umum, dan setelah menduduki kursi Presiden dan Wakil Presiden mereka melupakan suara-suara rakyat.

    “kita menyimpulkan bahwa rezim hari ini mereka butuh rakyat ketika pemilu, mereka butuh suara rakyat ketika ingin meraih kursi kekuasaan, tetapi setelah itu rakyat dilupakan,” ujar Nining.

    Nining mengatakan Gebrak menilai Jokowi-Ma'ruf Amin gagal mensejahterakan dan mengangkat derajat hidup rakyat dalam dua tahun kepemimpinannya.

    “Kami menyatakan bahwa rezim Jokowi-Ma’ruf Amien dua tahun ini semakin menunjukkan kegagalan terhadap mengurus bangsa ini, kegagalannya terhadap mensejahterakan kehidupan rakyatnya,” ujar Nining.

    Menurut Nining seharusnya di masa pandemi seperti ini pemerintah lebih fokus kepada bagaimana mencari jalan keluar agar kaum buruh tidak terkena PHK. Namun sejak Omnibus Law Cipta Kerja disahkan, pemangkasan terhadap hak-hak buruh semakin terlihat dan buruh semakin kesulitan mencari lapangan pekerjaan.

    KHANIFAH JUNIASARI | TD 

    Baca juga: GEBRAK Unjuk Rasa di Istana Negara Sampaikan 13 Tuntutan Siang Ini, Apa Saja?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.