Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

10 Kecamatan di Bogor Ini Rawan Bencana Akibat Pergerakan Tanah

Reporter

Editor

Juli Hantoro

image-gnews
Warga menunjukkan kondisi rumah yang rusak akibat pergerakan tanah di Kampung Munjul, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin, 8 Februari 2021. Sebanyak 84 rumah warga di daerah Kepunduhan Munjul dan Kalangsari retak akibat pergerakan tanah. ANTARA/Adeng Bustomi
Warga menunjukkan kondisi rumah yang rusak akibat pergerakan tanah di Kampung Munjul, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin, 8 Februari 2021. Sebanyak 84 rumah warga di daerah Kepunduhan Munjul dan Kalangsari retak akibat pergerakan tanah. ANTARA/Adeng Bustomi
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ada 10 kecamatan di Kabupaten Bogor yang berpotensi tinggi mengalami bencana pergeseran tanah.

"Ada beberapa aspek yang dipertimbangkan dalam menentukan kawasan rawan gerakan tanah, diantaranya topografi wilayah tersebut, asumsinya semakin curam tentu akan semakin rentan terjadinya gerakan tanah," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim Badan Informasi Geospasial atau BIG, Ferrari Pinem di Cibinong, Bogor, Rabu, 3 November 2021.

Menurut dia sebanyak 10 ke kecamatan tersebut yaitu Sukajaya, Nanggung, Leuwiliang, Citeureup, Babakanmadang, Sukamakmur, Tamansari, Tenjolaya, Cijeruk, dan Cigombong.

Ferrari mengatakan tingkat kerawanan pergerakan tanah dipengaruhi oleh kondisi geologi dan jenis tanah. Sehingga, wilayah dengan material tanah dan geologi yang bersifat lepas akan mudah menyebabkan terjadinya pergerakan tanah.

"Intensitas hujan juga menjadi salah satu indikator pergerakan tanah. Intensitas yang tinggi akan menyebabkan tanah menjadi jenuh akan air, dan tentunya akan menambah volume beban tanah sehingga akan semakin rawan terjadinya gerakan tanah,” papar Ferrari.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ia mengatakan bahwa beberapa wilayah yang tergolong dalam zona rawan mengalami pergerakan tanah ini akan mudah terjadi longsor apabila lokasinya berada pada tingkat kemiringan lereng yang tinggi.

Sebelumnya, Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan terjadinya peristiwa bencana akibat pergeseran tanah di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, pada Jumat, 29 Oktober 2021.

Bencana tersebut mengakibatkan 60 bangunan rumah rusak sedang hingga berat dan sebanyak 132 jiwa mengungsi ke rumah saudara. Pergeseran tanah tersebut diprediksi akan terus terjadi mengingat intensitas hujan yang masih cukup tinggi.

Baca juga: BMKG Peringatkan Bencana Hidrometeorologi, Begini Persiapan DKI

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Rekonstruksi Polisi Tembak Polisi, Keluarga Minta Tidak Ada yang Ditutupi

8 jam lalu

Orang tua Bripda Ignatius Dwi Frisco (IDF), Y Pandi bersama istri, Inosensia Antonia Tarigas dan tim kuasa hukum usai membuat laporan ke Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Jumat 4 Agustus 2023. Dalam keteranganya, pihak keluarga merasa kecewa saat gelar perkara yang dilakukan Polres Bogor atas meninggalnya Bripda IDF, dan kembali melaporkan dugaan adanya pembunuhan berencana yang dilakukan Bripda IMS Bripka IG ke Bareskrim Mabes Polri. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Rekonstruksi Polisi Tembak Polisi, Keluarga Minta Tidak Ada yang Ditutupi

Rekonstruksi polisi tembak polisi digelar di Rusun Polri Cikeas, Kabupaten Bogor, Senin, 7 Agustus 2023.


Bidan dan Suaminya Tewas di Dalam Rumah, Tetangga Dengar Teriakan Dikira Ada Persalinan

9 jam lalu

Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com
Bidan dan Suaminya Tewas di Dalam Rumah, Tetangga Dengar Teriakan Dikira Ada Persalinan

Kepala desa membenarkan MI adalah bidan yang bertugas di puskesmas setempat. Dikenal ceria.


BMKG: Hujan Lebat Turun di Bogor, Cianjur, Sukabumi & Sejumlah Wilayah Jawa Barat

19 jam lalu

Tim BPBD Kota Bogor saat mengevakuasi becak yang tertimpa pohon besar di Kebon Pedes, Kota Bogor, Sabtu Sore 26 Oktober 2019. Pohon tumbang karena hujan lebat yang disertai petir serta angin kencang. TEMPO/M.A MURTADHO
BMKG: Hujan Lebat Turun di Bogor, Cianjur, Sukabumi & Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Hujan lebat hingga sangat lebat pada skala lokal dan berdurasi singkat diprediksi turun pada Senin, 7 Agustus 2023 di sejumlah wilayah di Jawa Barat


Pasutri Tewas di Rumah Terkunci, Istri Penuh Luka, Suami Gantung Diri

20 jam lalu

Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com
Pasutri Tewas di Rumah Terkunci, Istri Penuh Luka, Suami Gantung Diri

Polisi sedang menyelidiki kasus pasutri tewas ini. Jasad istri ditemukan penuh luka sementara si suami gantung diri


Tol Bocimi Seksi II Rampung, Jokowi: Kado Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke-78

3 hari lalu

Presiden Joko Widodo meninjau dan uji coba  proyek lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek melalui Stasiun LRT Harjamukti, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis 3 Agustus 2023. TEMPO/Subekti.
Tol Bocimi Seksi II Rampung, Jokowi: Kado Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke-78

Dengan adanya ruas tol Bocimi ini, Jokowi mengklaim jarak tempuh dari Jakarta menuju kawasan Sukabumi yang sebelumnya 6 jam menjadi hanya 2,5 jam.


Proyek Pembangkit Panas Bumi di Bengkulu Rawan Longsor, Ini yang Dilakukan Pertamina Geothermal Energy

3 hari lalu

Aktivitas pekerja di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang, Bandung, 18 Oktober 2017. TEMPO/Amston Probel
Proyek Pembangkit Panas Bumi di Bengkulu Rawan Longsor, Ini yang Dilakukan Pertamina Geothermal Energy

Pertamina Geothermal Energy melakukan berbagai upaya di proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Hululain, Bengkulu, yang berpotensi terjadi longsor.


Polisi Temukan Unsur Pidana Kecurangan PPDB Zonasi Kota Bogor

5 hari lalu

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat melakukan inspeksi mendadak di SMPN 1 Kota Bogor, Jumat7 Juli 2023. ANTARA/Linna Susanti
Polisi Temukan Unsur Pidana Kecurangan PPDB Zonasi Kota Bogor

Polisi telah memeriksa 24 saksi dalam dugaan kecurangan PPDB zonasi di Kota Bogor. Ditemukan unsur pidana.


Pemkot Bogor Renovasi 10 SD Negeri, Dibangun 2 Lantai Tambah Daya Tampung

5 hari lalu

Aktifitas belajar mengajar di SDN Kawung Luwuk 4, Kota Bogor, 26 Maret 2015. Akibat kekurangan tenaga pengajar, Dinas Pendidkan kota Bogor berencana melakukan merger, pada 82 Sekolah Dasar Negeri di Bogor.TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat
Pemkot Bogor Renovasi 10 SD Negeri, Dibangun 2 Lantai Tambah Daya Tampung

Pemkot Bogor akan merenovasi 10 SD Negeri dari 210 SD yang ada. Ada yang bangunannya sisa era SD Inpres di masa Presiden Soeharto.


Keluarga Bersikukuh Ada Unsur Perencanaan dalam Kematian Bripda IDF

5 hari lalu

Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage. Foto: Istimewa
Keluarga Bersikukuh Ada Unsur Perencanaan dalam Kematian Bripda IDF

Fakta tentang adanya senjata api rakitan yang sudah dipersiapkan sebelum penembakan terhadap Bripda IDF tidak terbantahkan dalam gelar perkara.


Bima Arya Rotasi 8 Kepala Sekolah di Kota Bogor Buntut Kecurangan PPDB Zonasi

5 hari lalu

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat melakukan inspeksi mendadak di SMPN 1 Kota Bogor, Jumat7 Juli 2023. ANTARA/Linna Susanti
Bima Arya Rotasi 8 Kepala Sekolah di Kota Bogor Buntut Kecurangan PPDB Zonasi

Wali Kota Bogor Bima Arya telah menerima laporan tim khusus yang menelusuri kecurangan PPDB zonasi. jadi dasar melakukan rotasi kepala sekolah.