TEMPO.CO, Jakarta - Camat Jagakarsa Alamsyah meminta warga Srengseng Sawah, terutama mereka yang tinggal di bantaran kali untuk tidak membangun di pinggir kali yang rawan longsor. Menurut Alamsyah, umumnya turap longsor karena pondasinya juga digunakan utuk pondasi rumah.
"Dari sekian kejadian longsor, masalahnya pasti pondasi turap digunakan juga untuk pondasi rumah," kata Alamsyah di Jakarta, Kamis 4 November 2021.
Menurut Camat Jagakarsa itu, jika turap aman dari beban yang lain seharusnya tidak longsor. Hal itu disampaikan Alamsyah saat meninjau perbaikan turap longsor di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Untuk memperbaiki turap longsor itu, petugas Suku Dinas Sumber Daya Air dan PPSU dikerahkan. Turap di belakang rumah warga Srengseng Sawah tersebut ambrol sepanjang 25 meter.
Alamsyah mengatakan turap longsor lantaran curah hujan tinggi pada Rabu kemarin. Tim kolaborasi langsung menangani peristiwa tanah longsor di Jakarta Selatan tersebut. Turap yang longsor adalah pembatas antara kali dengan belakang rumah warga.
"Turap kali longsor ke bawah karena air hujan deras," kata dia saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis 4 November 2021.
Alamsyah memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat turap tersebut. Lokasi longsor berada di lahan kosong.
Perbaikan turap longsor yang dilakukan oleh sekitar 20 petugas Suku Dinas SDA Jagakarsa hanya bersifat sementara. Selanjutnya akan dilakukan betonisasi untuk memperkuat turap tersebut. "Penanganan sementara pakai dolken,"ujarnya.
Baca juga: Hujan Deras di Jakarta Semalam Picu Tanah Longsor di Srengseng Sawah










