Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Begini 4 Cara Anies Baswedan Atasi Banjir yang Disebut Saat Kampanye

image-gnews
Warga sedang duduk di depan kios saat banjir di Kawasan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta, Jumat, 12 November 2021. Banjir membuat aktivitas warga di kawasan tersebut menjadi terganggu. TEMPO/ Dwi Nur A. Y
Warga sedang duduk di depan kios saat banjir di Kawasan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta, Jumat, 12 November 2021. Banjir membuat aktivitas warga di kawasan tersebut menjadi terganggu. TEMPO/ Dwi Nur A. Y
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Konsep memasukkan air ke dalam tanah sebagai solusi banjir bukanlah hal baru bagi Gubernur DKI Anies Baswedan. Dia pernah melontarkan konsep tersebut ketika masa kampanye pemilihan kepala daerah alias Pilkada DKI 2017.

"Banjir ini bukan bencana alam. Banjir ini soal manajemen volume air," kata dia.

Anies menyampaikan pernyataan ini dalam program 'Jakarta Kece-Bagaimana Cara Ahok&Anies Mengatasi Banjir?' yang disiarkan akun Youtube Netmediatama pada 13 Desember 2016.

Dia menyampaikan empat cara mencegah banjir di Ibu Kota. Berikut rinciannya:

1. Membereskan kiriman dari hulu agar volume air yang masuk Jakarta lebih terkontrol. Anies berjanji akan mendiskusikannya dengan daerah penyangga, seperti Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Salah satu kekuatan yang kami tawarkan adalah kekuatan persuasi, negosiasi, bicara, menghasilkan solusi untuk bersama," ujar dia.

2. Menggerakkan pembangunan sumur-sumur resapan di Jakarta. Anies menilai pembangunan ini harus menjadi gerakan massal. Sebab, mengelola banjir bukan semata-mata program pemerintah daerah.

"Ini harus menjadi gerakan seluruh warga Jakarta. Artinya dari mulai rumah, kampung sampai kepada jalan-jalan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

3. Memastikan aliran air tidak terhambat, mulai dari gorong-gorong hingga sungai.

4. Tidak terjadi sedimentasi berlebihan di muara air. Menurut dia, pemerintah harus mencegah datangnya air dari hulu. Jika air tiba di Jakarta, pemerintah DKI harus memastikan air meresap ke dalam tanah.

Anies berkeinginan memasukkan air sebanyak mungkin ke dalam tanah, bukan sekadar mengalirkannya ke laut. Caranya dengan membangun sumur resapan. Waktu itu Anies menyebutnya sumur biopori.

"Konsep seperti ini yang kami tawarkan dan kami percaya dengan pendekatan seperti ini, secara bertahap masalah banjir di Jakarta akan bisa selesai," jelas dia.

Saat ini pemerintah DKI tengah menggencarkan pembangunan sumur resapan. Namun, banjir kerap merendam sejumlah titik Ibu Kota ketika turun hujan.

Baca juga: Melihat Lagi Solusi Banjir Anies Baswedan Saat Kampanye: Masukkan Air ke Tanah

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Demokrat Desak Anies Segera Umumkan Cawapres: Ini Menghambat Konsolidasi

6 jam lalu

Bakal calon presiden Anies Baswedan (kiri) menyapa relawan saat kunjungan ke Rumah Temu Relawan Duren Tiga di Jakarta, Jumat 4 Agustus 2023. Kunjungan tersebut dalam rangka safari politik sekaligus bersilaturahim bersama relawan. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Demokrat Desak Anies Segera Umumkan Cawapres: Ini Menghambat Konsolidasi

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief meminta bakal calon presiden Anies Baswedan segera mengumumkan pendampingnya di Pilpres 2024


Kukuh Usung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Surya Paloh: Kepentingan Publik Jauh Lebih Berarti dari Pragmatisme Partai

10 jam lalu

Bakal Calon Presiden Koalisi Perubahan Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saling memberi hormat dalam Apel Siaga Perubahan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, 16 Juli 2023. Partai NasDem menggelar Apel Siaga Perubahan yang merupakan agenda konsolidasi partai jelang Pemilu 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Kukuh Usung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Surya Paloh: Kepentingan Publik Jauh Lebih Berarti dari Pragmatisme Partai

Surya Paloh mengatakan mengusung Anies Baswedan bukan hanya berdasarkan satu aspek saja, melainkan banyak perspektif yang dipahami.


Desak Anies Baswedan Segera Umumkan Nama Cawapres, Demokrat Sebut Tidak Ada Alasan Rasional untuk Penundaan

11 jam lalu

Bakal calon presiden Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono usai menyaksikan pertandingan voli timnas Indonesia melawan Vietnam di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 22 Juli 2023. TEMPO/Ima Dini Shafira
Desak Anies Baswedan Segera Umumkan Nama Cawapres, Demokrat Sebut Tidak Ada Alasan Rasional untuk Penundaan

Demokrat menjelaskan alasan kenapa Anies Baswedan harus segera mengumumkan nama cawapres pendampingnya.


Profil Joko Agus Setyono, Sekda DKI yang Sebut 4 Proyek di Era Anies Salah Sejak Lahir

13 jam lalu

Joko Agus Setyono resmi menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Selasa, 15 Februari 2023. Tempo/Mutia Yuantisya
Profil Joko Agus Setyono, Sekda DKI yang Sebut 4 Proyek di Era Anies Salah Sejak Lahir

Sekda DKI Joko Agus Setyono menyebut 4 proyek di era Gubernur Anies salah sejak lahir. Pernyataannya menuai reaksi dari PKS. Berikut profilnya.


Sering Terjadi Genangan di Pasar Rebo, Pemkot Jaktim Bikin Saluran Air 500 Meter

13 jam lalu

Ilustrasi banjir. ANTARA/Iggoy el Fitra
Sering Terjadi Genangan di Pasar Rebo, Pemkot Jaktim Bikin Saluran Air 500 Meter

Camat Pasar Rebo Mujiono mengatakan upaya mengatasi genangan di wilayahnya ini memang usulan warga melalui musrenbang.


Kilas Balik Sekda DKI Sebut 4 Proyek di Era Anies Baswedan Salah Sejak Lahir

14 jam lalu

Joko Agus Setyono resmi menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Selasa, 15 Februari 2023. Tempo/Mutia Yuantisya
Kilas Balik Sekda DKI Sebut 4 Proyek di Era Anies Baswedan Salah Sejak Lahir

Pernyataan Sekda DKI yang menyebut ke-4 proyek di era Gubernur Anies Baswedan salah sejak awal. Berikut kilas balik peristiwanya.


Sekda DKI Kritik JIS dan TIM, Politikus PDIP Usul Dikelola Dinas Terkait

15 jam lalu

Tampilan Jakarta International Stadium (JIS) yang dijadikan opsi untuk gelaran Piala Dunia U-17 2023 pada November-Desember mendatang, pada Rabu, 19 Juli 2023. Tempo/Mutia Yuantisya
Sekda DKI Kritik JIS dan TIM, Politikus PDIP Usul Dikelola Dinas Terkait

Anggota Bidang Perekonomian DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengusulkan JIS dan TIM dikelola organisasi perangkat daerah


Banjir di Alaska Catat Rekor, Warga Diminta Evakuasi setelah Bangunan Hancur

16 jam lalu

Foto udara kawasan pemukiman terendam banjir setelah hujan lebat di Chehalis, Washington, AS, 7 Januari 2022. REUTERS/Nathan Howard
Banjir di Alaska Catat Rekor, Warga Diminta Evakuasi setelah Bangunan Hancur

Cuaca ekstrem seperti banjir, diperkirakan akan meningkat sebagai dampak dari perubahan iklim yang disebabkan ulah manusia.


Struktur Tim Pemenangan Anies Baswedan Dibahas, Tim 8 akan Usulkan Sejumlah Nama

16 jam lalu

Anies Baswedan bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY. Tim kecil Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) turut hadir di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Februari 2023.
Struktur Tim Pemenangan Anies Baswedan Dibahas, Tim 8 akan Usulkan Sejumlah Nama

Anies Baswedan telah memberikan arahan kepada tim 8 untuk mempersiapkan langkah-langkah pemenangan menjelang Pilpres 2024.


Tuntutan Keluarga Korban ke Pembunuh Mahasiswa UI, Kata Eks TGUPP Anies soal JIS dan TIM jadi Top Metro

22 jam lalu

Altafasalya Ardnika Basya alias AAB (23 tahun), mahasiswa UI yang membunuh adik kelasnya saat ditangkap polisi, Jumat, 4 Agustus 2023. Dok. Istimewa.
Tuntutan Keluarga Korban ke Pembunuh Mahasiswa UI, Kata Eks TGUPP Anies soal JIS dan TIM jadi Top Metro

Pelaku pembunuhan mahasiswa UI menyesal dan meminta maaf, tapi keluarga korban mendesak pelaku dihukum mati