Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cerita Warga Depok yang Kehilangan Rumah karena Kali Pesanggrahan

image-gnews
Pekerja melintas di proyek Normalisasi kali Pesanggrahan, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Rabu (10/10). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Pekerja melintas di proyek Normalisasi kali Pesanggrahan, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Rabu (10/10). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Aliran Kali Pesanggrahan yang melintasi Kota Depok diduga mengalami perubahan. Akibatnya terjadi longsor yang menggerus tanah warga di sekitar sungai tersebut.

Madsari, seorang warga Sawangan mengisahkan ia kehilangan satu petak tanah seluas 750 meter persegi akibat longsoran Kali Pesanggrahan. "Awalnya Kali jaraknya satu kilo dari rumah, sekarang malah deket banget kemari," kata pria 65 tahun tersebut.

Warga RT 03/02 Kelurahan Pasir Putih, Sawangan itu mengatakan tidak tahu persis sejak kapan aliran sungai itu mulai bergeser ke arah rumahnya hingga menghanyutkan tempat tinggalnya.

"Dari kapannya kurang tau, tapi rumah saya longsor itu sejak 2018, sedikit-sedikit sampai sekarang hilang," kata Madsari.

Ia menduga penyebab utama bergesernya aliran Kali Pesanggrahan itu karena longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah Cipayung. Lokasi TPA Cipayung itu tak jauh dari sungai tersebut.

"Sedikit demi sedikit sampah itu longsor menutup kali dan menggeser aliran kali," kata Madsari yang kini harus mengontrak rumah atas biaya pemerintah. Ia tak tahu apakah tanahnya yang hilang itu bakal diganti atau tidak oleh pemerintah.

Bergesernya aliran kali Pesanggrahan ini diakui oleh Camat Sawangan, Anwar Nasihin. "Ini info masyarakat, memang jalur kali berpindah, bergeser," kata Anwar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tapi, Anwar enggan berkomentar banyak soal masalah itu, karena bukan kewenangannya.

"Mungkin kajian dinas terkait lah yang mempunyai kompetensi kenapa sampai kali bergeser dan longsor, saya tidak kompeten menyampaikan itu," kata Anwar.

Anwar hanya memastikan, akibat pergeseran aliran kali, sedikitnya tujuh rumah terdampak, tiga diantaranya hilang terbawa arus kali.

Sebagai informasi, bencana alam di Kota Depok terjadi pada Minggu 7 November 2021 lalu. Pada hari itu, pemerintah setempat mencatat sedikitnya ada 22 titik banjir dan longsor.

Baca juga: Hujan Deras di Depok Kemarin, Tercatat 22 Titik Banjir dan Longsor

ADE RIDWAN YANDWIPUTRA

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sering Terjadi Genangan di Pasar Rebo, Pemkot Jaktim Bikin Saluran Air 500 Meter

13 jam lalu

Ilustrasi banjir. ANTARA/Iggoy el Fitra
Sering Terjadi Genangan di Pasar Rebo, Pemkot Jaktim Bikin Saluran Air 500 Meter

Camat Pasar Rebo Mujiono mengatakan upaya mengatasi genangan di wilayahnya ini memang usulan warga melalui musrenbang.


Banjir di Alaska Catat Rekor, Warga Diminta Evakuasi setelah Bangunan Hancur

16 jam lalu

Foto udara kawasan pemukiman terendam banjir setelah hujan lebat di Chehalis, Washington, AS, 7 Januari 2022. REUTERS/Nathan Howard
Banjir di Alaska Catat Rekor, Warga Diminta Evakuasi setelah Bangunan Hancur

Cuaca ekstrem seperti banjir, diperkirakan akan meningkat sebagai dampak dari perubahan iklim yang disebabkan ulah manusia.


Menyesal dan Meminta Maaf, Keluarga Korban Pembunuhan Mahasiswa UI Ingin Pelaku Dihukum Mati

1 hari lalu

Altafasalya Ardnika Basya alias AAB (23 tahun), mahasiswa UI yang membunuh adik kelasnya saat ditangkap polisi, Jumat, 4 Agustus 2023. Dok. Istimewa.
Menyesal dan Meminta Maaf, Keluarga Korban Pembunuhan Mahasiswa UI Ingin Pelaku Dihukum Mati

Meski menyesal, meminta maaf, dan mengaku akan bertanggung jawab, keluarga korban mahasiswa UI yang dibunuh ingin pelaku dihukum mati.


Cerita Keseharian Pembunuh Mahasiswa UI, Dikenal Pribadi yang Kalem

1 hari lalu

Altafasalya Ardnika Basya alias AAB (23 tahun), mahasiswa UI yang membunuh adik kelasnya saat ditangkap polisi, Jumat, 4 Agustus 2023. Dok. Istimewa.
Cerita Keseharian Pembunuh Mahasiswa UI, Dikenal Pribadi yang Kalem

Pengelola kontrakan Altafasalya tidak menaruh curiga, pemuda itu tega melakukan pembunuhan mahasiswa UI adik kelasnya di jurusan sastra Rusia.


Mahasiswa UI Pembunuh Adik Kelas Kesulitan Bayar Kontrakan, Sudah 3 Kali Telat

1 hari lalu

Rumah kontrakan mahasiswa UI Altafasalya Ardnika Basya, pelaku pembunuhan MNZ di Wisma Ladika , Kecamatan Beji, Depok, Ahad, 6 Agustus 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah
Mahasiswa UI Pembunuh Adik Kelas Kesulitan Bayar Kontrakan, Sudah 3 Kali Telat

Pengelola rumah kontrakan mahasiswa UI itu tidak curiga ketika Altafasalya membayar uang kontrakan itu pada Kamis, atau sehari setelah pembunuhan.


3 Jam Bongkar Kasus Pembunuhan Mahasiswa UI, Polisi Depok Mendapat Apresiasi

1 hari lalu

Konferensi pers kasus pembunuhan mahasiswa UI oleh kakak kelasnya di Markas Polres Metro Depok, Sabtu 5 Agustus 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah
3 Jam Bongkar Kasus Pembunuhan Mahasiswa UI, Polisi Depok Mendapat Apresiasi

Dari dilaporkan jam 10, tersangka pelaku pembunuhan mahasiswa UI sudah langsung ditangkap pada pukul 13 WIB pada Jumat, 4 Agustus 2023.


Pelaku Tak Tenang usai Membunuh Mahasiswa UI, Korban Hadir Dalam Mimpinya

2 hari lalu

Altafasalya Ardnika Basya (23 tahun), mahasiswa UI yang membunuh adik kelasnya, saat digelandang ke Mapolres Metro Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Sabtu 5 Agustus 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah
Pelaku Tak Tenang usai Membunuh Mahasiswa UI, Korban Hadir Dalam Mimpinya

Kepada polisi pelaku pembunuhan mahasiswa UI mengaku korban hadir dalam mimpinya dan menuntut balas


Sambil Terisak, Pembunuh Mahasiswa UI Minta Maaf ke Keluarga Korban

2 hari lalu

Altafasalya Ardnika Basya (23 tahun), mahasiswa UI yang membunuh adik kelasnya, saat digelandang ke Mapolres Metro Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Sabtu 5 Agustus 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah
Sambil Terisak, Pembunuh Mahasiswa UI Minta Maaf ke Keluarga Korban

Altafasalya Ardnika Basya, 23 tahun, mahasiswa UI pembunuh juniornya di kampus, MNZ, 19 tahun, meminta maaf ke keluarga korban.


Pembunuh Mahasiswa UI Belajar Membunuh dari Youtube dan Terinsipirasi Film Narcos

2 hari lalu

Altafasalya Ardnika Basya, mahasiswa UI yang membunuh adik kelasnya, saat digelandang ke Mapolres Metro Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Sabtu 5 Agustus 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah
Pembunuh Mahasiswa UI Belajar Membunuh dari Youtube dan Terinsipirasi Film Narcos

Pembunuh mahasiswa UI belajar membunuh dari YouTube dan terinspirasi serial tentang gembong narkoba Pablo Escobar, Narcos.


Pembunuh Mahasiswa UI Bingung Keluarkan Jasad Korban, Pilih Disembunyikan di Kolong Ranjang

2 hari lalu

Altafasalya Ardnika Basya (23 tahun), mahasiswa UI yang membunuh adik kelasnya, saat digelandang ke Mapolres Metro Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Sabtu 5 Agustus 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah
Pembunuh Mahasiswa UI Bingung Keluarkan Jasad Korban, Pilih Disembunyikan di Kolong Ranjang

Pembunuh mahasiswa UI, Altafasalya Ardnika Basya, sempat kebingungan mengubur jasad Muhamad Naufal Zidan.