TEMPO.CO, Tangerang - Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang mengangkut sebanyak 70 ton sampah dari Kali Prancis Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi usai surutnya banjir rob.
Tumpukan sampah memenuhi badan sungai itu pasca surutnya banjir rob yang merendam perkampungan nelayan tersebut. "70 Ton sampah telah kami angkut ke TPA Jatiwaringin," ujar Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik kepada Tempo, Ahad 14 November 2021.
Taufik mengatakan DLHK mengerahkan 30 petugas dan 10 truk untuk mengangkat berbagai jenis sampah yang menutupi Kali Prancis Dadap sejak Jumat pekan lalu.
Petugas, kata dia, mengangkati sampah secara manual menggunakan perahu, kemudian di tumpuk di pinggir kali. "Setelah itu tumpukan sampah diangkut menggunakan truk untuk dibuang ke TPA," kata Taufik.
Taufik mengatakan sampah menumpuk apabila air laut pasang, namun jika air laut landai sampah juga berkurang dan begitu seterusnya.
"Untuk mengantisipasi sampah yang datang dari hulu, ada petugas yang monitor dan angkut sampah saat masih sedikit, apabila air pasang pun sudah langsung petugas infokan supaya cepat diangkut sampahnya," kata Taufik.
Setelah tiga hari operasi membersihkan sampah yang menumpuk, Taufik mengatakan, berangsur-angsur Kali Prancus Dadap bersih dari sampah. "Kami targetkan Selasa pekan depan semua sampah diangkat jika tidak ada pasang lagi."
Sampah yang memenuhi Kali Prancis Dadap muncul setelah banjir rob yang merendam ribuan rumah warga di Kampung Nelayan Dadap selama tujuh hari surut pada Jumat 12 November.
Sebanyak 2.739 warga kelurahan Dadap memilih bertahan di tengah kepungan banjir rob daripada mengungsi sejak Jumat 5 November. Banjir rob merendam 2.739 rumah di lima rukun warga dan sembilan RT.
JONIANSYAH HARDJONO
Baca juga: Hampir Sepekan, 2.739 Rumah Warga Kampung Dadap Terendam Banjir Rob










