Anggota FBR Tewas, Polres Jakbar Perketat Pengawasan di Sejumlah Tempat

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol. Ady Wibowo. antaranews.com

    Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol. Ady Wibowo. antaranews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Resor Jakarta Barat Komisaris Besar Ady Wibowo mengatakan pengawasan di beberapa lokasi diperketat guna mengantisipasi terjadi bentrokan antarormas. Hal ini buntut peristiwa pengeroyokan anggota FBR di Joglo dan pembakaran posko Pemuda Pancasila di Meruya.

    “Kami lakukan pencegahan kejahatan, contoh patroli di lokasi dan jam rawan sehingga tidak terjadi kejahatan," ujar Ady di Jakarta, Rabu, 17 November 2021 seperti dikutip dari Antara.

    Ady menuturkan penyidiknya bakal mengusut tuntas kasus pertikaian yang diduga melibatkan anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila dan Forum Betawi Rempug (FBR) hingga menewaskan seorang korban pada Ahad kemarin. Termasuk pembakaran posko Pemuda Pancasila pada Senin dini hari oleh sekelompok orang.

    Saat ini penyidik Polres Jakarta Barat telah memeriksa beberapa saksi guna mencari keterangan untuk proses penyidikan. "Perkara pidana apalagi sudah jelas unsurnya sudah terpenuhi akan kami usut tuntas," ucap dia.

     

    Sebelumnya, seorang pria berinisial DA, 27 tahun, anggota FBR dinyatakan tewas diduga karena dikeroyok massa yang jumlahnya lebih dari satu orang.

    Setelah peristiwa itu, sebuah pos Pemuda Pancasila di kawasan Meruya pun dibakar oleh kelompok warga yang belum diketahui identitasnya pada Senin dini hari kemarin.

    Kapolsek Kembangan Komisaris Khoiri belum bisa memastikan apakah kematian anggota FBR di Joglo ada kaitannya dengan terbakarnya pos Pemuda Pancasila di Meruya ini. “Nanti menunggu proses karena belum kami temukan pelakunya," kata Kapolsek Kembangan Choiri saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

    Khoiri mengatakan, awalnya kedua ormas ini sudah bermediasi dan setuju untuk berdamai sebelum peristiwa tewasnya seorang warga di Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan. "Kedua kelompok Ormas sudah dimediasi dan berdamai. Mungkin informasi belum disampaikan ke bawah," kata Khoiri.

    Khoiri menjelaskan, hingga saat ini polisi sudah memeriksa saksi terkait kasus penganiayaan anggota FBR dan terbakarnya posko Pemuda Pancasila di Meruya. Dia berharap, penyidik bisa bergerak cepat sehingga pelaku terungkap.

     

    Baca juga:

    Riwayat Bentrokan antara Pemuda Pancasila dan FBR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.