Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E, Anies: Masak ke Presiden, Enggaklah

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pangdam Jaya Mayor Jenderal Mulyo Aji, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran usai menggelar rapat bersama tentang teknis PPKM Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru 2022 di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 25 November 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Pangdam Jaya Mayor Jenderal Mulyo Aji, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran usai menggelar rapat bersama tentang teknis PPKM Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru 2022 di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 25 November 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Seperti halnya sirkuit, penyelenggaraan ajang balapan mobil listrik Formula E seperti menemui banyak tikungan. Mulai dari soal lokasi lintasan balapan, hingga ke soal politik dan hukum.

    Yang teranyar adalah, pernyataan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia atau IMI Bambang Soesatyo yang menyatakan Presiden Jokowi yang akan menentukan lokasi sirkuit balapan Formula E.     

    Bambang Soesatyo yang juga menjabat Ketua MPR itu mengatakan Co-founder Formula E Alberto Longo saat ini sudah menetapkan lima tempat di kawasan Jakarta sebagai calon sirkuit.

    Pihak Formula E Operation (FEO) selanjutnya bakal melakukan feasibility study terhadap kelima jalur tersebut. Dari hasil studi kelayakan tersebut, kata pria yang akrab disapa Bamsoet itu, Alberto yang bakal menyerahkan langsung hasil feasibility study tersebut ke Jokowi.

    "Presiden akan memilih. Alberto bakal buat study soal plus minus jalur-jalur tersebut," kata Bamsoet dalam konferensi pers bersama Alberto Longo Rabu 24 November 2021. 

    Bamsoet mengungkapkan lima calon kuat sirkuit balapan mobil listrik Formula E itu adalah Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), JIExpo Kemayoran, kawasan Jakarta International Stadium (JIS), dan kawasan Ancol.

    Tentu saja, pernyataan Bamsoet itu dengan segera menjadi judul banyak berita online dan headline surat kabar. 

    Belakangan, sejumlah politikus di DPRD DKI yang selama ini ngotot mempertanyakan keabsahan penyelenggaraan Formula E juga mempertanyakan masalah lintasan balap dibawa hingga ke Presiden Jokowi.

    Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menuding sejumlah pihak telah berupaya mendompleng nama Presiden Joko Widodo untuk melancarkan ajang balap Formula E di Jakarta.

    Menurut dia upaya tersebut tidak dapat dibenarkan, apalagi saat ini pelaksanaan Formula E di Jakarta telah menjadi kasus yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    "Makin ngawur ini. Saya minta tak perlu membawa-bawa nama Presiden," ujar Prasetyo dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 November 2021.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menyebut pernyataan Bambang Soesatyo itu keliru. Menurut Anies, lokasi sirkuit balapan Formula E ditentukan oleh IMI, Formula E Operation (FEO), dan JakPro.

    "Kami sudah minta (IMI) nanti akan ada klarifikasi soal itu. Masa penentuan lokasi Presiden," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 25 November 2021.

    Namun, Anies mengakui pernyataan Bamsoet itu menarik. "Tapi menarik sih, buat clickbait kemarin," ujar Anies sambil tersenyum di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 25 November 2021.

    Sedikit meralat pernyataannya, Bambang Soesatyo alias Bamsoet pun mengatakan pihaknya ingin meminta arahan Jokowi soal lokasi sirkuit balapan Formula E.

    "Untuk meminta arahan terkait lokasi mana yang paling tepat untuk lokasi sirkuit Formula-E mengingat ini adalah event internasional, salahnya dimana?" kata Bamsoet yang kini menjabat Steering Committee Formula E dalam keterangannya, Jumat, 26 November 2021.

    Bamsoet menjelaskan, permintaan agar Jokowi menentukan jalur Formula E merupakan bentuk penghormatan Alberto Longo kepada kepala negara.

    M JULNIS FIRMANSYAH

    Baca juga: Minta Petunjuk Jokowi Soal Sirkuit Formula E, Bamsoet: Salahnya di Mana?


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.