Data Covid-19 di Jakarta Hari Ini: Ditemukan 54 Kasus Positif

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Suasana kawasan Bundaran HI terlihat cukup ramai saat berlakunya PPKM level 2 di Jakarta, Ahad, 31 Oktober 2021. Warga memanfaatkan pelonggaran pembatasan dengan berwisata ke pusat kota dan tempat wisata lainnya. TEMPO / Dika Yanuar

    Suasana kawasan Bundaran HI terlihat cukup ramai saat berlakunya PPKM level 2 di Jakarta, Ahad, 31 Oktober 2021. Warga memanfaatkan pelonggaran pembatasan dengan berwisata ke pusat kota dan tempat wisata lainnya. TEMPO / Dika Yanuar

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mencatat penambahan 54 kasus positif Covid-19 pada hari ini. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyampaikan jumlah itu diperoleh setelah dilakukan tes swab PCR terhadap 16.254 spesimen.

    "Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 15.116 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 54 positif dan 15.062 negatif," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 27 November 2021.

    Menurut Dwi, hari ini pemerintah DKI juga melakukan tes antigen terhadap 44.037 orang. Hasilnya 5 positif dan 44.032 negatif.

    Dwi melanjutkan, kasus aktif hari ini turun 32. Dengan begitu, total pasien yang masih dirawat atau menjalani isolasi sebanyak 456 orang.

    Kasus Covid-19 Jakarta secara total kini mencapai 863.811. Pasien yang dinyatakan telah sembuh mencapai 849.779 orang dan meninggal 13.576 orang. Pemerintah DKI mencatat persentase kesembuhan 98,4 persen dan kematian 1,6 persen.

    Dwi melanjutkan persentase pasien positif atau positivity rate Covid-19 Jakarta dalam sepekan terakhir tembus 0,5 persen. "Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,8 persen," ujar dia.

    World Health Organization (WHO) menetapkan standar agar positivity rate tak lebih dari lima persen.

    Baca juga: Data Covid-19 di Jakarta Hari Ini: Ada Tambahan 70 Kasus Positif


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.