Terduga Pelaku Mutilasi di Bekasi Ditangkap

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan saat memberikan keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Jumat, 26 November 2021. Tempo/Adam Prireza

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan saat memberikan keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Jumat, 26 November 2021. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Terduga pelaku pembunuhan dengan mutilasi ditangkap tim gabungan Polres Metro Bekasi dan Polda Metro Jaya. Kasus ini berawal dari penemuan jasad korban pembunuhan dengan mutilasi di tepi jalan di Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

    "Terduga pelaku sudah ditangkap, tapi masih ada terduga lain," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan di Jakarta, Sabtu 27 November 2021.

    Pelaku lain tersebut kini masih dikejar tim gabungan.

    Namun Zulpan belum mengungkapkan detail kasus pembunuhan tersebut. Ia mengatakan, tim tak ingin pelaku lainnya menghilangkan barang bukti. "Nanti saat rilis akan saya sampaikan semua," kata dia.

    Saat dikonfirmasi terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat mengatakan ada dua orang yang ditangkap dalam kasus pembunuhan di Bekasi itu.

    "Alhamdulillah dua terduga pelaku sudah tertangkap," kata Ade pada Sabtu, 27 November 2021.

    Ia mengatakan, ada tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi tersebut. "Satu lagi on progress," kata dia.

    Menurut Ade, status kedua orang yang ditangkap masih sebagai saksi. Namun polisi sudah punya alat bukti yang kuat untuk menetapkan mereka sebagai tersangka pembunuhan dengan mutilasi tersebut.

    Baca juga: Polisi Janji Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Anggota FBR dan Pembakaran Posko PP


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.