Bima Arya Resmikan Koridor Enam BisKita TransPakuan Parung Banteng - Air Mancur

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Biskita Transpakuan akan mulai beroperasi di Kota Bogor 2 November 2021/Dok: BPTJ

    Biskita Transpakuan akan mulai beroperasi di Kota Bogor 2 November 2021/Dok: BPTJ

    TEMPO.CO, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meresmikan koridor 6 Biskita TransPakuan rute Parung Banteng-Air Mancur, hari ini. Untuk sementara, 10 unit bus AC itu masih gratis hingga akhir tahun 2021.

    Peresmian koridor bus tersebut dilakukan di Halte Kol. Ahmad Syam 2. Dalam peresmian itu, Bima Arya didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Eko Prabowo dan Plt. Direktur PDTJ Kota Bogor Eko Wibisono.

    "Alhamdulillah, hari ini Biskita TransPakuan koridor 6 resmi beroperasi," kata Bima di Halte Kol. Ahmad Syam 2, Bogor, Minggu 28 November 2021.

    Dari 10 unit bus yang beroperasi di rute Parung Banteng-Air Mancur, satu di antaranya menjadi cadangan. Bus itu juga dilengkapi fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas, yaitu penyangga kursi roda. Untuk pesepeda, tersedia juga fasilitas untuk mengangkut sepeda di bagian depan bus. 

    Bima mengatakan koridor 6 dari Parung Banteng sampai Air Mancur ini diresmikan setelah melihat antusiasme warga Kota Bogor menggunakan Biskita TransPakuan di koridor 5, yaitu rute Stasiun Bogor-Ciparigi.

    Jumlah penumpang BisKita TransPakuan di koridor 5 tercatat 2.000 orang per hari. Pada akhir pekan penumpang mencapai tiga ribu orang. 

    Bima Arya bercerita pernah bertemu dengan penumpang Biskita TransPakuan yang tidak tahu tujuannya. Orang itu bosan tinggal di rumah, sehingga menjajal bus AC yang masih digratiskan itu. "Dia tidak tahu mau ke mana, muter-muter aja sampai pusing karena bosen di rumah," ujarnya.

    Baca juga: Bima Arya Geser Pusat Pemerintahan Kota Bogor Dekati Bendung Katulampa, Ada Apa?


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.