14 Hari Operasi Zebra Jaya, Polda Metro Jaya Tegur 15.800 Pelanggar Lalu Lintas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Operasi Zebra di Jalan S Parman, Selasa 16 November 2021 / Helmilia Putri Adelita

    Operasi Zebra di Jalan S Parman, Selasa 16 November 2021 / Helmilia Putri Adelita

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 15.800 pengendara kendaraan bermotor terkena sanksi teguran karena pelanggaran lalu lintas selama Operasi Zebra Jaya 2021. Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono mengatakan Operasi Zebra Jaya 2021 telah selesai dilaksanakan sejak 15-28 November 2021.

    "Data penindakan Operasi Zebra Jaya, selama 14 hari 15.800 pengendara diberikan teguran," kata AKBP Argo dalam keterangan tertulisnya, Minggu 28 November 2021.

    Selama Operasi Zebra Jaya, petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menemukan 2.095 pelanggaran knalpot bising. Polisi juga menemukan 59 kendaraan menggunakan lampu rotator yang tidak sesuai ketentuan.

    Dalam operasi gabungan antara Ditlantas Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Dinas Perhubungan dan Satpol PP DKI itu, 3.070 personel dikerahkan. Tujuan utama Operasi Zebra Jaya 2021 ini adalah penegakan hukum lalu lintas dan pengawasan protokol kesehatan.  

    Operasi Zebra Jaya 2021 menargetkan pelanggaran knalpot bising, penggunaan sirine dan rotator yang tidak sesuai ketentuan, pelat nomor yang tidak sesuai standar, kendaraan yang melawan arus atau menerobos jalur Transjakarta. Petugas juga menyasar pelanggaran protokol kesehatan seperti kerumunan.

    Pada Operasi Zebra Jaya tahun ini tidak menggunakan sistem razia. Petugas berpatroli di sejumlah titik rawan pelanggaran lalu lintas dan kawasan tempat nongkrong yang kerap terjadi kerumunan.

    #cucitangan, #jagajarak, #pakaimasker

    Baca juga: 4 Hari Operasi Zebra Jaya 2021, Polisi Menindak 5.470 Pelanggar


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.