Muncul Varian Baru Covid-19, Pandu Riono: untuk Kehati-hatian Bukan Kepanikan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga di GOR Kampung Makasar, Jakarta, Jumat, 12 November 2021. Pemkot Jakarta Timur bersama PMI Jakarta Timur menyediakan 700 dosis vaksinasi Covid-19 bagi warga yang bertempat di lingkungan rawan banjir untuk mencegah terjadinya kluster pengungsian apabila nanti terjadi bencana. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga di GOR Kampung Makasar, Jakarta, Jumat, 12 November 2021. Pemkot Jakarta Timur bersama PMI Jakarta Timur menyediakan 700 dosis vaksinasi Covid-19 bagi warga yang bertempat di lingkungan rawan banjir untuk mencegah terjadinya kluster pengungsian apabila nanti terjadi bencana. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan kemunculan varian baru Covid-19 yaitu Omicron (B 11529) tak perlu dikhawatirkan. Pandu mengatakan semua itu masih dugaan.

    “Semuanya itu masih belum tahu, masih diduga. Jadi yang disebar ke media itu ketakutan semua,” ujar Pandu Riono saat dihubungi, Senin 29 November 2021.

    Soal perlu adanya vaksin booster atau tidak, Pandu juga belum bisa memastikan karena saat ini masih belum banyak informasi soal varian baru Covid-19 tersebut. Jadi, menurutnya yang perlu dilakukan adalah tetap berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan. 

    “Hanya untuk kehati-hatian saja bukan kepanikan, nanti bisa turun lagi setelah banyak informasi, karena kita banyak belum tahu sifatnya adalah kehati-hatian,” kata Pandu.

    Menurut Pandu pemerintah sudah mengantisipasi varian baru Covid-19 Omicron di Indonesia. Seperti karantina mulai di perketat bagi pelaku perjalanan internasional dari negara tertentu. Ketentuan itu harus diterapkan dengan konsisten. “Ya semua kan sudah dilalukan pemerintah dijalankan saja dengan baik, konsisten,” ujarnya.

    #cucitangan, #jagajarak, #pakaimasker

    KHANIFAH JUNIASARI | TD

    Baca juga: Mulai Besok Imigrasi Batasi WNA Masuk untuk Tangkal Varian Baru Covid-19


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.