Nol Sumur Resapan di Jakarta Utara Karena Menggali Satu Meter Sudah Ketemu Air

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Penyedotan air yang menggenang di sumur resapan dilakukan oleh pekerja, dalam pembangunan sumur resapan di kawasan Cipinang Indah, Jakarta, Selasa, 16 November 2021. Pembangun sumur resapan di kawasan Ibu Kota Jakarta terus dilakukan, Hal itu dilakukan sebagai upacaya pencegahan banjir saat memasuki musim hujan. Tempo / Dika Yanuar

    Penyedotan air yang menggenang di sumur resapan dilakukan oleh pekerja, dalam pembangunan sumur resapan di kawasan Cipinang Indah, Jakarta, Selasa, 16 November 2021. Pembangun sumur resapan di kawasan Ibu Kota Jakarta terus dilakukan, Hal itu dilakukan sebagai upacaya pencegahan banjir saat memasuki musim hujan. Tempo / Dika Yanuar

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak semua wilayah di Jakarta dibangun sumur resapan. Jakarta Utara misalnya, tidak ada pembuatan sumur resapan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa ini.    

    Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara Yursid Suryanegara mengatakan tidak ada proyek pembangunan sumur resapan di wilayahnya karena kondisi lahan yang sudah jenuh.

    "Karena sudah jenuh, satu meter lebih sedikit itu sudah ketemu air tanah. Jadi proyek sumur resapan Dinas SDA DKI memang enggak ada di Jakarta Utara," kata Yusrid seperti dikutip dari Antara Kamis, 25 November 2021.

    Karena lahan yang sudah jenuh menyebabkan tanah tidak mampu menyerap air dan hanya melintasi permukaan tanah.

    Untuk mengurangi genangan air di ruas jalan, Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara menempatkan tanggul tangkapan air atau polder di kawasan yang kerap tergenang saat hujan, salah satunya di kawasan Kelapa Gading dan sekitarnya.

    Di kawasan Kelapa Gading tepatnya di Jalan Boulevard Artha Gading saat sedang ada pengerjaan polder oleh Dinas SDA DKI dengan total luasnya lebih dari 70 hektare. Proyek ini ditargetkan selesai Desember 2022. 

    Polder Artha Gading merupakan salah satu program antisipasi genangan yang dijalankan Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta dengan pelaksana kerja sama operasi (KSO) PT Adhi Karya, PT Jaya Konstruksi, dan PT Lapi GTC.

    Proyek polder ini meliputi pembangunan rumah pompa termasuk "landscape", tanggul waduk, saluran penghubung dengan "box culvert", serta pintu air.

    Adapun rumah pompa yang dibangun di dekat Mal Artha Gading mempunyai kapasitas tujuh meter kubik per detik, dan di seberang dekat Kali Beutik juga ada pompa yang sama kekuatannya 7 meter kubik per detik.

    Dengan adanya pompa yang terbangun ini diharapkan apabila terjadi genangan nanti di Artha Gading, Kelapa Gading, dan sekitarnya bisa langsung surut dalam 3-4 jam.

    Selain itu juga dalam sistem polder ini nantinya ada pekerjaan pintu air di lima titik sepanjang Kali Beutik. Pada ujung utara ada di Kelapa Gading hingga ujung selatan di kawasan Pegangsaan dengan total terdapat lima pintu air.

    "Saat kondisi Kali Beutik penuh, kami tutup semua. Jadi sisa alirannya bisa kami pompa langsung (di rumah pompa Polder Artha Gading)," kata Yursid.

    Selain itu, untuk mencegah naiknya air dari Kali Sunter, maka akan ditinggikan dengan dinding di sekitar segmen Artha Gading ke arah utara dengan tinggi 500 meter. Cara seperti ini lebih sesuai untuk Jakarta Utara dibanding membuat sumur resapan

    ANTARA

    Baca juga: DPRD DKI Babat Anggaran Pembuatan Sumur Resapan Rp 200 Miliar


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.