Ahmad Sahroni Targetkan Lokasi Sirkuit Formula E Diumumkan Sebelum Natal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Sahroni di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Senin, 6 Juli 2020. Tempo/Andita Rahma

    Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Sahroni di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Senin, 6 Juli 2020. Tempo/Andita Rahma

    TEMPO.CO, JakartaKetua Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni mengatakan penentuan lokasi sirkuit Jakarta E-Prix akan diumumkan sebelum Natal. Pada saat ini Formula E Operations (FEO) dan  Federasi Automobil Internasional (FIA) masih melakukan survei lokasi. 

    "Semoga sebelum Natal masalah trek kita akan umumkan. Kalau FIA bilang go head, panitia akan umumkan langsung," kata Ahmad Sahroni di Balai Kota DKI, Senin, 29 November 2021. 

    Ada lima lokasi yang disiapkan sebagai jalur balapan mobil listrik Formula E, dari Ancol, PIK, hingga Pantai Maju Bersama. 

    Sahroni yang juga Sekretaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia (IMI) menyatakan soal kepastian lokasi balapan Jakarta E-Prix akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo atau kerap disapa Jokowi. Pelaporan kepada Jokowi itu, kata Sahroni, karena penyelenggaraan Formula E di Jakarta menyangkut nama negara.

    "Kami harus melaporkan ini kepada Presiden bukan melibatkan Presiden dalam penyelenggaraan," ujarnya.

    Rencana gelaran Formula E itu disampaikan Wakil Ketua Komisi 3 DPR tersebut usai bertemu Anies Baswedan di Balai Kota. Anies menunjuk Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana Formula E dan Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo alias Bamsoet sebagai Ketua Panitia Pengarah.

    Keputusan tersebut disampaikan Anies Baswedan setelah bertemu dengan Co-founder Formula E Alberto Longo, Dirut Jakpro Widi Amanasto, Bambang Soesatyo, dan Sahroni di Menteng, Rabu lalu. 

    Baca juga: Tiga Alasan Anies Tunjuk Crazy Rich Tanjung Priok Jadi Ketua Pelaksana Formula E


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.