Banser DKI Siaga Satu 24 Jam Amankan Kantor PBNU Jelang Muktamar Lampung

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, masih dijaga ketat untuk mengantisipasi unjuk rasa susulan, Sabtu, 27 Oktober 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, masih dijaga ketat untuk mengantisipasi unjuk rasa susulan, Sabtu, 27 Oktober 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Barisan Ansor Serbaguna atau Banser DKI Jakarta menggelar apel pasukan siaga satu untuk mengamankan Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

    Komandan Banser DKI Jakarta Abdul Mufid mengatakan pengamanan Kantor PBNU berlangsung sejak 29 November hingga pelaksanaan Muktamar NU pada 17 Desember mendatang di Lampung.

    Mufid menuturkan pengamanan tersebut untuk memberikan kenyamanan bagi panitia, Rais Aam dan kiai yang hadir pada muktamar tersebut.

    "Kami akan selalu siap siaga dalam rangka mengamankan para ulama dan Rois Aam, sebab menjaga marwah Nahdlatul Ulama adalah tugas dan fungsi utama dari Banser,” ujar Mufid seperti dikutip dari Antara, Senin 29 November 2021.

    Mufid menegaskan, Banser berada di garda terdepan melaksanakan tugas menjaga "rumah besar" NU dari upaya kelompok yang berniat merusak organisasi Islam tertua itu.

    Mufid menyebutkan, Banser DKI Jakarta menyiagakan 1.000 anggota dari seluruh Sakorcab Jakarta guna mengamankan Gedung PBNU selama 24 jam.

    Komandan Banser DKI Jakarta itu mengimbau kelompok tertentu menghentikan upaya memprovokasi yang berdampak buruk terhadap citra NU.

    “Hentikan segala provokasi terutama bagi mereka yang ingin menjatuhkan martabat ulama dan kiai NU khususnya Rais Aam, KH Miftahul Akhyar sebagai pemegang otoritas tertinggi NU,” tutur Mufid.

    Mufid juga mengungkapkan jajaran Banser DKI telah konsolidasi dan penyegaran terhadap komandan seluruh Banser dari tingkat provinsi hingga kelurahan untuk siap siaga melaksanakan perintah Ketua Umum GP Ansor dan Rois Aam PBNU.

    ANTARA

    Baca juga: Pimpinan 27 PWNU Dukung Rais Aam Percepat Muktamar NU


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.