PSI Khawatir Jokowi Dikaitkan dengan Formula E, Nasdem: KPK Itu Independen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berfoto bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri), Ketua Majelis Tinggi Partai NasDem Jan Darmadi (kedua kanan) dan Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni (kanan) saat menghadiri peringatan HUT ke-10 Partai NasDem di Gedung Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta, Kamis 11 November 2021. Acara tersebut mengusung tema Satu Dekade di Jalan Restorasi. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berfoto bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri), Ketua Majelis Tinggi Partai NasDem Jan Darmadi (kedua kanan) dan Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni (kanan) saat menghadiri peringatan HUT ke-10 Partai NasDem di Gedung Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta, Kamis 11 November 2021. Acara tersebut mengusung tema Satu Dekade di Jalan Restorasi. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino buka suara soal desakan PSI agar Ahmad Sahroni mundur dari Ketua Pelaksana Formula E. PSI khawatir Presiden Joko Widodo atau Jokowi terseret dalam penyelenggaraan Formula E yang kini diselidiki KPK. 

    Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengungkapkan kekhawatiran PSI tidak mendasar. 

    "KPK kan lembaga independen, ya. Bahkan Presiden tidak akan bisa melakukan intervensi ke dalam proses hukum yang dilakukan oleh KPK," ujar Wibi saat dihubungi Tempo, Selasa, 30 November 2021. 

    Menurut Wibi, Ahmad Sahroni justru menggandeng KPK dan Badan Pengawas Keuangan untuk mengawasi jalannya persiapan Formula E. Sehingga pelaksanaan balap mobil listrik tersebut diharapkan bakal aman dari penyimpangan. 

    Soal sikap PSI yang meminta Ketua Umum NasDem Surya Paloh memerintahkan Sahroni mundur sebagai panitia Jakarta E-Prix, Wibi menganggap permintaan itu adalah hal aneh. Apa lagi, Sahroni terlibat di Formula E tanpa rekomendasi dari Surya Paloh atau partai. 

    "Ya, biarlah publik yang menilai. Tapi bagi Nasdem, Sahroni adalah figur yang tepat, terlepas dia anggota DPR RI dari Nasdem, tapi beliau adalah penggiat otomotif dan Sekjen IMI," kata Wibi. 

    Selanjutnya Sekjen DPP PSI menyebut langkah Sahroni membahayakan Jokowi...


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.