MRT Jakarta Targetkan 40 Ribu Penumpang Per Hari di 2022, Begini Alasannya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac pada warga di Stasiun MRT Asean, Jakarta, Kamis, 8 Juli 2021. PT MRT Jakarta (Perseroda) menyediakan layanan vaksinasi gratis untuk masyarakat dengan total target sebanyak 4.000 orang yang dibagi ke dalam kuota harian selama periode 3 bulan ke depan dengan melakukan pendaftaran melalui aplikasi JAKI. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac pada warga di Stasiun MRT Asean, Jakarta, Kamis, 8 Juli 2021. PT MRT Jakarta (Perseroda) menyediakan layanan vaksinasi gratis untuk masyarakat dengan total target sebanyak 4.000 orang yang dibagi ke dalam kuota harian selama periode 3 bulan ke depan dengan melakukan pendaftaran melalui aplikasi JAKI. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - PT MRT Jakarta menargetkan jumlah penumpang rata-rata 40 ribu orang per hari pada 2022. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menyebut angka ini merupakan hasil perhitungan yang relatif moderat mengingat kondisi tahun depan dirasa belum terbebas dari pandemi Covid-19.

    "Kenapa kami targetkan 40 ribu, karena kami tau bahwa situasi, kami belajar dari pengalaman di 2021, situasi itu belum akan kembali seperti normal," kata dia dalam forum jurnalis yang dihelat daring, Selasa, 30 November 2021.

    Alasan MRT Jakarta menetapkan target ini karena diasumsikan ada sekitar 20 ribu penumpang per hari sepanjang tahun depan. Syaratnya tidak ada gelombang ketiga Covid-19.

    Sementara itu, William memperkirakan, terdapat 60 ribu penumpang di akhir Desember 2022. Dengan begitu rata-rata penumpang per harinya bisa mencapai 40 ribu orang.

    "Jadi kami cukup realistis melihat situasi perkembangan pandemi," ujar dia.

    Tahun ini jumlah penumpang kereta Ratangga ditargetkan mencapai 65 ribu orang per hari. William mengakui tidak dapat mencapai target tersebut lantaran terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19 pada Juli 2021.

    Jumlah penumpang MRT pada Juli memang menukik dari bulan-bulan sebelumnya. Selama periode kenaikan kasus itu, penumpang MRT hanya 4.324 orang per hari (Juli) dan 5.989 orang per hari (Agustus).

    William menuturkan, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan waspada pasca temuan varian Omicron, jenis baru Covid-19, di sejumlah negara.

    "Kami harap tidak terjadi kejadian-kejadian luar biasa, sehingga angka 40 ribu rata-rata penumpang per hari ini bisa kami capai di tahun depan," kata dia.

    Baca juga: 


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.