Kasus DBD di Depok Melonjak, RSUD: Kenaikan Hampir 3 Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas  memeriksa pasien deman berdarah (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok, Jawa Barat, Jumat, 25 Januari 2019. Sebanyak 153 pasien DBD  mendapatkan perawatan di RSUD Depok di bulan Januari 2019, terkait kejadian tersebut Depok dinyatakan siaga DBD.  ANTARA

    Petugas memeriksa pasien deman berdarah (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok, Jawa Barat, Jumat, 25 Januari 2019. Sebanyak 153 pasien DBD mendapatkan perawatan di RSUD Depok di bulan Januari 2019, terkait kejadian tersebut Depok dinyatakan siaga DBD. ANTARA

    TEMPO.CO, Depok - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok Devi Maryori menyebut angka penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat mengalami peningkatan dalam sebulan terakhir.

    Devi mengatakan, pada bulan Oktober ke November 2021 peningkatan jumlah penderita DBD di RSUD Kota Depok naik hampir 3 kali lipat.

    “Pada bulan Oktober itu ada 30 pasien, masuk di bulan November sampai terakhir kemarin sampai 80 pasien, kenaikan sekitar 50 pasien,” kata Devi saat ditemui wartawan di RSUD Kota Depok, Rabu 1 Desember 2021.

    Devi mengatakan, peningkatan penyakit yang ditularkan nyamuk ini terbilang tidak biasa, karena kenaikan setiap bulan umumnya tidak mencapai 20 kasus bahkan bisa kurang. “Sebelumnya kenaikannya nggak sampai 50, paling 20 dan kurang dari 20,” kata Devi.

    Devi mengatakan, RSUD Kota Depok pun mulai menyiagakan personelnya untuk mengantisipasi lonjakan yang lebih tinggi lagi pada bulan Desember ini.

    “Memang tendensinya biasanya rutin itu di Desember naik ya, insya Allah kami siap untuk menampung pasien-pasien yang dirawat disini karena DBD,” katanya.

    Namun, kata Devi, ada langkah khusus untuk mengantisipasi pasien melebihi daya tampung rumah sakit. Mengingat pasien Covid-19 masih terus berdatangan dan ancaman gelombang 3 Covid-19 diprediksi terjadi di akhir tahun ini.

    “Ya antisipasinya, kita kategorikan pasien DBD yang layak rawat di sini, artinya yang trombosit turunnya tidak signifikan dan pertimbangan kondisi klinis lainnya, bisa melakukan rawat jalan,” kata Devi.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA

    Baca juga: Angka DBD Kabupaten Bekasi Menurun, tapi Tiga Orang Meninggal


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.