Pemkot Depok Bakal Bangun Skatepark di Kolong Flyover Arif Rahman Hakim

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Suasana penertiban kawasan kolong jembatan Arif Rahman Hakim, Beji, Kota Depok, Selasa 30 November 2021. Foto: TEMPO/Ade Ridwan

    Suasana penertiban kawasan kolong jembatan Arif Rahman Hakim, Beji, Kota Depok, Selasa 30 November 2021. Foto: TEMPO/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan Keolahragaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok Rika Kamila mengatakan pihaknya terlibat dalam penataan di sisi barat bawah (kolong) jembatan layang atau flyover Arif Rahman Hakim. Disporyata akan melengkapi dengan sarana olahraga dan taman bermain anak

    Rika menjelaskan penataan kolong jembatan Arif Rahman Hakim ini diserahkan kepada Disporyata. Pihaknya sudah membuat rancangan berupa gambar dan rencana penempatan fasilitas yang akan dibangun. 

    “Sudah kami siapkan, akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas dan dipercantik dengan mural,” katanya Jumat, 3 Desember 2021, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Depok.

    Menurut Rika, tembok-tembok di kolong flyover ARH akan lukis gambar mural sehingga terlihat lebih indah. Kemudian akan dibuat panjat tebing yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar. 

    Rika menambahkan, pada lahan kosong akan dilengkapi dengan sarana gym outdoor dan skatepark. Selain itu, akan dilengkapi dengan tempat bermain anak yang berada dekat dengan musala sekitar kolong flyover ARH. 

    Rika menargetkan penataan kolong jembatan Arif Rahman Hakim, Depok, ini dimulai akhir tahun ini. “Atau maksimal awal tahun 2022,” tuturnya

    Baca juga:

    Satpol PP Depok Bongkar Bangunan Liar di Kolong Jembatan Arif Rahman Hakim


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.