Gabung JakLingko, Bus Lama Koantas Bima Bakal Disulap Jadi Coffe Shop

Reporter

Warga melakukan transaksi pembayaran angkutan kota dengan Kartu JakLingko di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Jumat, 1 Oktober 2021. Fase selanjutnya adalah menyelesaikan Mobility-as-a-Service (MaaS), layanan mobilitas tunggal yang dapat diakses sesuai permintaan yang ditargetkan selesai pada Maret 2022. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Bus lama Koperasi Angkutan Lintas Bis Madya atau dikenal Koantas Bima tidak akan menjadi besi tua atau dibuang, tapi bakal disulap menjadi coffe shop.  

Armada KoantasBima resmi bergabung dengan JakLingkosistem transportasi terintegrasi di Kota Jakarta. Karena bergabung dengan JakLingko, KoantasBima akan mengganti armada busnya dengan yang baru.  

Selanjutnya bus-bus lama Koantas Bima akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, termasuk aktivasi ruang publik dan UMKM.

"Jadi bus-bus lama akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sehingga tidak dibuang percuma, sekaligus bagian sejarah Jakarta," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat peresmian integrasi Koantas Bima ke JakLingko, seperti dikutip dari Antara, Kamis 2 Desember 2021.

Menurut Anies bus Koantas Bima tidak akan menjadi besi tua, tapi akan menjadi ingatan kolektif masyarakat bahwa Jakarta dahulu memiliki armada bus Koantas Bima yang memiliki peran di masanya dan memberikan jasa pada masyarakat dengan plus-minusnya.

Dengan dikembangkan sebagai satu konsep terintegrasi kendaraan umum yang sekarang sudah empat tahun terintegrasi, maka jangkuannya lebih luas. "Dulu 'coverage'-nya 42 persen wilayah Jakarta, sekarang sudah 82 persen. Dengan Koantas Bima Insya Allah lebih tinggi lagi," tuturnya.

Pengelolaan bus lama Koantas Bima akan dilaksanakan oleh BUMD Jakarta Experience Board (JXB) atau Jakarta Tourisindo yang memiliki sektor bisnis mempercantik kota (beautifikasi) selain pariwisata dan perhotelan, serta ekonomi kreatif.

"Kami yakin armada lama Koantas Bima ini masih berdaya guna sehingga kami mempunyai dan melihat adanya satu peluang ekonomi pada armada bus tersebut," ujar Direktur Utama JXB Novita Dewi.

Pemanfaatan armada lama Koantas Bima ini, kata Novita, memiliki empat tujuan. Pertama. mampu mendukung lini komersial perusahaan dan kedua bus Koantas Bima ini dapat digunakan para pelaku UMKM untuk dapat memajukannya.

Ketiga, bus Koantas Bima yang telah bertransformasi, akan ditempatkan di ruang-ruang publik sehingga akan menjadi bentuk aktivasi ruang-ruang publik. Keempat, pemanfaatan armada lama ini bertujuan untuk menekan jumlah armada rongsokan di Jakarta.

"Bus lama ini, nantinya dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan komersil antara lain "coffe shop", kemudian Kios UMKM maupun kepentingan sosial seperti wadah penerimaan daur ulang sampah ataupun klinik kesehatan, dengan ditempatkan statis di ruang-ruang publik," ujarnya.

Novita melanjutkan bahwa pihaknya akan mempertahankan identitas dari bus kota Jakarta tempo dulu sehingga rancangan eksterior bus ini dipertahankan dengan nuansa retro. Namun bus akan ditransformasikan sehingga memiliki fungsi dan fasilitas yang modern.

"Dengan keberadaan bus ini, diharapkan dapat mempertahankan eksistensi bus kota Jakarta tempo dulu dengan wajah dan fungsi yang baru," katanya.

Koantas Bima rute Tanah Abang-Ciputat telah bergabung dalam jaringan integrasi transportasi Jaklingko-TransJakarta pada Kamis. Peresmian bergabungnya armada legendaris tersebut dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga: 36 Bus Koantas Bima Bergabung ke JakLingko, Tak Perlu Lagi Kejar setoran






Majelis Syuro PKS Tetapkan Kriteria Capres 2024 Religius Nasionalis

9 menit lalu

Majelis Syuro PKS Tetapkan Kriteria Capres 2024 Religius Nasionalis

PKS disebut-sebut bakal menjalin koalisi bersama Partai NasDem dan Partai Demokrat.


Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

38 menit lalu

Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024, sedangkan Ganjar Pranowo Dijagokan PSI. Keduanya sama-sama alumnus UGM dan jadi gubernur.


NasDem Deklarasi Anies Capres 2024, Puan Maharani: Saat Ini Kita Sedang Berduka

1 jam lalu

NasDem Deklarasi Anies Capres 2024, Puan Maharani: Saat Ini Kita Sedang Berduka

Puan Maharani mengatakan tiap partai politik memiliki mekanisme masing-masing untuk memilih calonnya.


Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

2 jam lalu

Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

Partai Nasdem resmi usung Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Pada 2014, Nasdem menjadi partai pertama mendukung PDIP mengusung Jokowi sebagai Capres.


Antrean Panjang di Halte Transjakarta karena Tak Bisa Tap-In , Jaklingko Angkat Bicara

3 jam lalu

Antrean Panjang di Halte Transjakarta karena Tak Bisa Tap-In , Jaklingko Angkat Bicara

Penumpang yang tidak bisa tap in di Halte Transjakarta pada pagi tadi diduga kemarin belum tap out sehingga kartu terblokir.


5 Tahun Anies Baswedan Jadi DKI 1, Seperti Apa Pengembangan Transportasi Umum di Jakarta?

6 jam lalu

5 Tahun Anies Baswedan Jadi DKI 1, Seperti Apa Pengembangan Transportasi Umum di Jakarta?

Anies Baswedan segera mengakhiri jabatannya sebagai Gubernur DKI. Apa saja pengembangan transportasi umum yang sudah berjalan di DKI?


Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

6 jam lalu

Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

"Saat ini posisi Gubernur Anies masih dalam proses pemeriksaan di KPK," kata politikus PDIP Gilbert Simanjuntak


Riza Patria: Pak Anies Tak Pernah Campur Adukkan Urusan di DKI dan Politik

6 jam lalu

Riza Patria: Pak Anies Tak Pernah Campur Adukkan Urusan di DKI dan Politik

"Pak Anies memahami, selama ini, kan tidak mencampuradukkan urusan DKI dengan urusan politik," kata Wagub DKI Riza Patria


Anies Jadi Capres NasDem, Riza Patria: Saya Pilih Prabowo Subianto

8 jam lalu

Anies Jadi Capres NasDem, Riza Patria: Saya Pilih Prabowo Subianto

"Partai saya, Partai Gerindra bersepakat mengusung Pak Prabowo sebagai capres pada Pemilu 2024," kata Riza Patria


KPK Libatkan BPK di Kasus Formula E, NasDem: Anies Baswedan Sumbang 5 WTP untuk DKI

9 jam lalu

KPK Libatkan BPK di Kasus Formula E, NasDem: Anies Baswedan Sumbang 5 WTP untuk DKI

NasDem meyakini Anies Baswedan tak melakukan penyimpangan dalam kasus Formula E. Hal ini terbukti dari 5 kali opini WTP yang diberikan BPK ke DKI.