Bima Arya Lantik Direktur BUMN Jadi Dirut BUMD Trans Pakuan

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas Dishub Kota Bogor bersama anggota Polresta Bogor Kota mengatur lalu lintas saat uji coba BISKITA Trans Pakuan di  jalan Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa 2 November 2021. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor melalui program Buy The Service (BTS) melakukan uji coba sebanyak 10 BISKITA Trans Pakuan yang melewati 16 halte pada koridor lima mulai dari Stasiun Bogor hingga Ciparigi secara gratis hingga bulan Desember 2021. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Petugas Dishub Kota Bogor bersama anggota Polresta Bogor Kota mengatur lalu lintas saat uji coba BISKITA Trans Pakuan di jalan Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa 2 November 2021. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor melalui program Buy The Service (BTS) melakukan uji coba sebanyak 10 BISKITA Trans Pakuan yang melewati 16 halte pada koridor lima mulai dari Stasiun Bogor hingga Ciparigi secara gratis hingga bulan Desember 2021. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melantik Lies Permana Lestari sebagai Direktur Utama Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT). 

    Lies Permana Lestari sebelumnya direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang Ritel dan Perdagangan yaitu Direktur PT Sarinah (Persero).

    Pelantikan dilaksanakan di Halte Ciparigi di Jalur Koridor 5 rute Stasiun Bogor-Ciparigi di hadapan masyarakat dan awak media di Kota Bogor, Kamis, 2 Desember 2021.

    Bima Arya mengibaratkan tugas Lies Permana Lestari yang menggantikan Plt. Direktur PDTJ Kota Bogor Eko Wibisono seperti manager restoran.

    "Ibarat manager restoran, jadi tugas utama yang pertama adalah Bu Lies mencuci piring, bersihkan semua yang ada, pastikan sistem bersih, keuangan bersih and good governance prinsip yang paling utama," kata Bima.

    Menurutnya, tantangan pimpinan PJDT ke depan bukan hanya memperbaiki kelemahan sebelumnya ketika mengelola bus Trans Pakuan, melainkan juga berlari kencang mengejar kemajuan melalui tiga tugas tersebut.

    Lies yang terpilih dari tiga besar proses seleksi sebanyak 22 orang pelamar Dirut PDJT itu, kata Bima, perlu membenahi SDM yang kompeten dalam mengelola PDJT dari berbagai sisi.

    PDJT merupakan BUMD yang sedang mengelola transportasi baru dari program Buy The Service (BTS) Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

    Bus Trans Pakuan telah mengkonversi 63 angkot menjadi 11 Biskita Trans Pakuan yang sudah beroperasi di dua koridor, yakni koridor 5 rute Stasiun Bogor-Cirigi dan Koridor 6 Parung Banteng-Air Mancur, yang masih dalam subsidi menyeluruh atau gratis kepada masyarakat.

    Bima Arya menyebutkan Lies yang berlatar belakang profesional di bidang keuangan di berbagai perusahaan dan BUMN PT Sarinah (Persero), perlu dibantu ahli di bidang lain, khususnya transportasi.

    Para profesional di bidangnya juga tidak cukup hanya bermodalkan kemampuan, tetapi juga mampu turun langsung memantau jalannya bisnis yang dikelola.

    Setelah itu, tantangan lain, kata Bima, PDJT juga perlu memulai promosi, kolaborasi dengan mitra pemerintah yakni Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan perusahaan-perusahaan terkait.

    "Tugas tidak mudah, tapi mengamati catatan karir ibu Lies saya menaruh harapan yang besar bahwa ibu Lies bisa melakukan itu," ujar Bima Arya.

    Baca juga: Pemkot Bogor Revitalisasi Perusahaan Pengelola Bus Trans Pakuan


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?