24 RT di Ancol, Pluit, dan Kepulauan Seribu Terendam Banjir Akibat Rob

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang wanita dan anaknya menunggu pelanggan di warungnya yang digenangi banjir roba di kawasan Muara Angke, Jakarta, 9 November 2021. REUTERS/Willy Kurniawan

    Seorang wanita dan anaknya menunggu pelanggan di warungnya yang digenangi banjir roba di kawasan Muara Angke, Jakarta, 9 November 2021. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 24 rukun tetangga (RT) terendam banjir akibat rob. Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD Provinsi DKI Jakarta M Insaf mengatakan daerah terdampak rob terbanyak berada di Kelurahan Ancol, Jakarta Utara.

    "Ketinggian 40-100 sentimeter dengan jumlah 12 RT," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 4 Desember 2021.

    Banjir rob juga melanda 10 RT di Kelurahan Pluit dengan tinggi air 60-70 sentimeter. Kepulauan Seribu juga terkena imbas rob. Menurut Insaf, air setinggi 40 sentimeter membanjiri dua RT Kelurahan Pulau Pari.

    Data banjir rob tersebut dihimpun per hari ini pukul 12.00. Kepala Pusdatin BPBD DKI itu berujar tidak ada pengungsi akibat rob yang terjadi pada hari ini. Petugas gabungan telah diturunkan untuk menangani banjir. "Ditargetkan akan surut dalam waktu cepat," ujar dia.

    Baca juga: Banjir Akibat Rob di Jakut dan Jakbar, 3 Rute Bus Transjakarta Tak Beroperasi


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.